INTNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), memastikan harga kebutuhan pokok di pasaran masih relatif stabil. Meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, kondisinya dinilai masih wajar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Disdagperin Kalteng, Norhani, usai menghadiri kegiatan buka puasa bersama pada Jumat, 27 Februari 2026 yang di gelar di Aula Disdagperin Provinsi Kalteng.
Norhani menjelaskan, kenaikan harga memang terjadi pada sejumlah bahan pokok. Namun, lonjakan tersebut tidak signifikan dan belum berdampak besar pada daya beli masyarakat.
“Secara umum harga masih stabil. Ada beberapa komoditas yang naik, tapi tidak besar,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, hal yang paling dikhawatirkan pemerintah bukan hanya soal kenaikan harga, tetapi jika kenaikan itu disertai dengan kelangkaan barang di pasaran.
“Yang kita khawatirkan itu kalau harga naik, tapi barangnya tidak tersedia. Alhamdulillah, sampai sekarang stok masih aman,” kata Norhani.
Untuk memastikan kondisi tersebut, Disdagperin Kalteng bersama tim rutin turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memantau harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok.
Selain memantau harga, tim perlindungan konsumen juga melakukan pengawasan terhadap makanan dan takjil yang dijual selama Ramadan. Pemeriksaan dilakukan di beberapa titik penjualan yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Hasil pengawasan sementara, makanan dan takjil yang kami periksa aman untuk dikonsumsi,” jelas Norhani.
Ia menambahkan, pengawasan tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja. Disdagperin akan terus melakukan pemantauan secara berkala selama bulan Ramadan.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana kembali menggelar sidak pasar pada awal Maret. Kegiatan tersebut akan melibatkan sejumlah instansi terkait agar pengawasan bisa berjalan lebih maksimal.
“Insya Allah awal Maret kami turun lagi ke lapangan bersama instansi terkait. Kita pantau kondisi harga untuk dua minggu ke depan,” ujarnya.
Norhani menegaskan, pemantauan harga sebenarnya dilakukan setiap hari. Data perkembangan harga di pasar terus diperbarui sebagai bahan evaluasi dan langkah antisipasi jika terjadi gejolak.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi konsumen. Terlebih di momentum Ramadan, pemerintah ingin memastikan masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa dibebani lonjakan harga maupun kekhawatiran soal kualitas pangan.
Editor: Andrian