INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), baik di kawasan perkotaan maupun hingga ke pelosok desa, Sabtu 28 Februari 2026.
Menurutnya, pembangunan tidak semata berorientasi pada fisik, tetapi harus memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur seperti jalan dan jembatan dibangun sebagai penghubung akses ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, serta pelayanan dasar lainnya.
Ia menyampaikan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, setiap rupiah belanja daerah wajib dikelola secara tepat sasaran, tepat guna, dan akuntabel. Pemerintah provinsi, tegasnya, harus memastikan penggunaan anggaran benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Efisiensi, lanjutnya, bukanlah alasan untuk menghentikan pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan ketelitian dalam perencanaan, kedisiplinan dalam pelaksanaan, serta tanggung jawab dalam pengawasan program pembangunan.
Mantan Anggota DPR RI itu juga menekankan pentingnya pemerataan agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah.
“Pembangunan harus dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” tuturnya.
Dengan mengusung semangat Huma Betang sebagai falsafah hidup masyarakat Kalteng, ia mengajak seluruh elemen untuk menjaga kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung program pembangunan daerah.
Agustiar Sabran memastikan bahwa arah pembangunan difokuskan pada penguatan konektivitas antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Menurutnya, kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sehingga hasil pembangunan benar-benar berkelanjutan.
Pemprov Kalteng berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan kawasan strategis dan penguatan desa sebagai fondasi utama pertumbuhan daerah.
“Kalimantan Tengah harus maju, tumbuh kuat, dan berdiri sejajar dengan daerah lain, tanpa meninggalkan satu wilayah pun,” tegasnya.
Penulis Redha
Editor Andrian