INTIMNEWS, KASONGAN – Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Katingan tahun 2023 banyak harapan yang digantungkan warga.
Persoalan infrastruktrur wilayah selatan Kabupaten Katingan terus menjadi keluhan, terutama di dua Kecamatan yakni Mendawai dan Katingan Kuala.
Seperti yang disampaikan anggota DPRD Katingan Eterly, ia menyampaikan bahwa pembangunan badan jalan di wilayah hilir yakni Kereng Pangkahi sampai ke mendawai di tahun 2022 ini akan kembali dilakukan peningkatan. Seperti yang diketahui, dari kampung melayu ke Galinggang saat ini juga sudah terbuka semua.
“Yang saat ini perlu kita perjuangkan yaitu yang ada selisih saat ini sekitar 8 Km yang melewati area hutan produksi, namun saat ini sudah kita usulkan untuk pelepasan pinjam pakai,” ujarnya. Rabu 3 Maret 2022.
Ia juga menyambut baik kehadiran kalangan anggota DPRD Provinsi Kalteng saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Katingan tahun 2023.
Menurutnya, peran semua pihak sangat membantu mempercepat pembanguan daerah. Tertutama terkait infrastruktur jalan yang masih menjadi keluhan utama.
“Dengan adanya kolaborasi tersebut sehingga anggaran-anggaran bisa disalurkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi ke kabupaten katingan,” ujarnya.
Terlebih lagi, kucuran dana dari provinsi ke kabupaten Katingan cukup besar, karena dari nilai-nilai yang sudah disampaikan oleh pihak Bappelitbang provinsi bahwa ada normalisasi dana kurang lebih tujuh milyar.
Sehingga hal ini diharapkan Eterly khususnya untuk masyarakat daerah pemilihannya yakni Dapil II yang meliputi Kecamatan Tasik Payawan, Katingan Kuala, Mendawai, dan Kamipang agar bisa mendapatkan dana tersebut.
“Mengapa kami dari daerah pemilihan dapil II berharap kucuran dana tersebut, dikarenakan ada dua kecamatan ketika musim kemarau datang dikarenakan ada jalur sungai yang mengering dimana seperti yang diketahui bahwa sungai tersebut merupakan jalur yang dilalui masyarakat sehari-hari,” jelasnya.
Sehingga jika dana tersebut bisa digunakan tambahnya, maka dapat dimanfaatkan untuk membantu pengelolaan jalur sungai tersebut dan tentunya masyarakat akan merasa terbantu.
(M. Iqbal)