INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengembangkan konsep desa atau kampung wisata sebagai bagian dari strategi penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Gagasan tersebut disampaikannya usai melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Dari kunjungan itu, ia melihat sejumlah inovasi di bidang kebudayaan dan pariwisata yang dinilai layak diterapkan di Kalimantan Tengah.
Menurut Tomy, salah satu konsep yang dapat diadaptasi adalah kampung wisata kreatif berbasis masyarakat. Model tersebut mengedepankan partisipasi warga sekaligus memanfaatkan potensi dan kearifan lokal yang dimiliki daerah.
“Salah satunya desa atau kampung wisata kreatif. Ini bisa menjadi destinasi wisata yang dihadirkan di Kalimantan Tengah dan menjadi inovasi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Ia menilai, kampung wisata kreatif di Bandung dikemas secara menarik dengan dukungan fasilitas yang memadai, mulai dari penginapan hingga sarana pendukung lainnya. Keberadaan fasilitas tersebut mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Selain itu, fasilitas yang lengkap juga dinilai dapat memperpanjang lama kunjungan wisatawan, sehingga berdampak pada meningkatnya perputaran ekonomi di sekitar kawasan wisata.
Tomy menegaskan, pengembangan desa wisata tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan serius dari pemerintah daerah. Peran pemerintah dinilai penting dalam penyediaan infrastruktur dasar serta pendampingan kepada masyarakat.
Ia menyebut, promosi yang terarah dan penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penentu keberhasilan pengelolaan kampung wisata. Tanpa manajemen yang baik, potensi yang ada dikhawatirkan tidak berkembang optimal.
Menurutnya, jika dikelola secara tepat, kampung wisata kreatif tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Melalui pengembangan potensi lokal seperti kerajinan tangan dan produk kreatif lainnya, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan pendapatan. Dengan dukungan edukasi dan pembinaan berkelanjutan, kampung wisata kreatif dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah. (Andrian)