INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kunjungan kerja Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Wakapolda Kalteng), Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, ke Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi rangkaian langkah strategis yang tidak hanya menyentuh aspek keamanan, tetapi juga pelestarian budaya dan lingkungan. Dalam agenda yang padat selama dua hari, ia meninjau langsung situs bersejarah hingga kawasan konservasi nasional.
Pada Selasa sore, Wakapolda mengawali kunjungannya dengan mendatangi Istana Kuning, salah satu situs budaya penting di Kobar. Kehadirannya menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat hubungan dengan tokoh adat dan masyarakat setempat.
“Situs budaya bukan sekadar bangunan, melainkan identitas yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Dalam dialog bersama pengelola dan tokoh masyarakat, Wakapolda menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk mencegah kerusakan maupun pencurian benda bersejarah. Kepolisian, menurutnya, memiliki peran strategis tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga mendukung promosi wisata budaya agar tetap aman dan berkelanjutan.
Keesokan harinya, perhatian Wakapolda beralih ke kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Di lokasi ini, ia melakukan pengecekan kesiapan personel serta sarana prasarana dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi saat musim kemarau.
Ia menegaskan bahwa kawasan konservasi tersebut merupakan aset global yang harus dijaga, mengingat perannya sebagai habitat orangutan dan paru-paru dunia. “Langkah preventif dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah bencana kabut asap yang dapat merusak ekosistem dan citra pariwisata,” tutur Yosi.
Selain memantau menara pengawas titik api, Wakapolda juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat sekitar hutan. Ia mengimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meminta jajaran kepolisian aktif melakukan patroli dan sosialisasi hukum kepada warga.
Tak hanya di lapangan, Wakapolda juga melakukan pengecekan langsung kesiapan sarana prasarana di Polres Kobar. Mulai dari mesin pompa air, kendaraan operasional, hingga perlengkapan pelindung diri diperiksa secara detail untuk memastikan semuanya siap digunakan dalam kondisi darurat.
Dalam arahannya kepada personel, ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang humanis dan transparan, sekaligus kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kamtibmas. Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat, sehingga Kobar tetap aman, lestari, dan terhindar dari ancaman karhutla.