website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Dana Sisa APBD 2024 Katingan Disorot, Legislatif Dorong Percepatan Serapan

Juru bicara Fraksi PDIP DPRD Katingan, Gimmak Bulinga, S.Sos. (Bitro)

INTIMNEWS.COM. KASONGAN – Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Kabupaten Katingan tahun 2024 tercatat Rp54,678 miliar. Angka ini muncul di tengah realisasi pendapatan daerah sebesar Rp1,585 triliun dan belanja Rp1,587 triliun.

Bagi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Katingan, dana sisa itu bukan sekadar saldo yang mengendap di kas daerah.

“Pemanfaatan SILPA yang tepat menjadi ruang fiskal penting untuk mendukung kebijakan yang benar-benar pro rakyat,” kata juru bicara fraksi, Gimmak Bulinga, dalam rapat paripurna pertanggungjawaban APBD 2024, Rabu, 13 Agustus 2025.

Gimmak menilai, SILPA mestinya diarahkan pada sektor yang manfaatnya terasa langsung, seperti infrastruktur jalan, layanan kesehatan, dan pendidikan. Ia mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang, eksekusi tepat sasaran, dan transparansi penggunaan dana.

Pasang Iklan

Dokumen keuangan daerah mencatat, pendapatan terbesar Katingan tahun lalu berasal dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,456 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp68,168 miliar, sedangkan belanja didominasi pengeluaran operasi Rp984,181 miliar, diikuti belanja modal Rp374,195 miliar.

Sedangkan SILPA bisa muncul karena beberapa faktor yaitu efisiensi belanja, pergeseran prioritas, atau lambatnya serapan anggaran.

Bagi eksekutif, SILPA dapat menambah ruang fiskal pada APBD perubahan atau tahun anggaran berikutnya. Namun, legislatif kerap mendorong agar penggunaannya diprioritaskan untuk program yang bersifat mendesak.

Gimmak mengatakan, fraksinya akan terus mengawal penggunaan SILPA 2024. “Setiap rupiah harus kembali ke rakyat. Itu komitmen kami,” ujarnya.

Meski begitu, sejumlah pihak mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya ada pada kecepatan dan ketepatan penyerapan anggaran di tahun berjalan. Jika tidak, SILPA akan terus berulang, sementara kebutuhan dasar masyarakat tetap menunggu.

Editor : Maulana Kawit

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan