160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
930 x 180 PASANG IKLAN DISINI

Curah Hujan Tinggi Tak Ganggu Produksi Bahan Pokok di Kalteng

Ilustrasi hujan. (Ist)
750 x 100 PASANG IKLAN DISINI

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun 2025 dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas produksi dan pasokan bahan-bahan pokok di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memengaruhi distribusi hingga harga kebutuhan pokok di pasaran.

750 x 100 PASANG IKLAN DISINI

Namun demikian, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Norhani, memastikan bahwa hingga saat ini curah hujan tinggi belum memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas produksi maupun ketersediaan bahan pokok.

Norhani mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, pasokan bahan pokok masih dalam kondisi relatif aman meskipun cuaca kurang bersahabat.

750 x 100 PASANG IKLAN DISINI

“Seperti biasa selama ini belum ada dampak yang berarti. Kadang-kadang suplai ada, tapi jumlahnya tidak mencukupi. Waktu kita lakukan sidak juga kondisinya masih terkendali,” ujar Norhani saat diwawancarai usai Rapat Paripurna ke-11 di Gedung DPRD Provinsi Kalteng, Senin, 5 Januari 2026.

Ia berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang periode tertentu yang rawan terjadi kenaikan harga.

Untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, Disperindag Kalteng terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Kita terus berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk memikirkan bagaimana stabilisasi harga di pasaran,” kata Norhani.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah menjaga kestabilan harga bahan pokok, terutama beras premium dan beras medium yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Bahan baku jelas bahan pokok kita, salah satunya menstabilkan harga beras premium dan medium,” jelasnya.

Selain bahan pangan, Disperindag Kalteng juga memberi perhatian pada distribusi dan penggunaan gas LPG, khususnya LPG bersubsidi agar tepat sasaran.

Menurut Norhani, pihaknya terus melakukan pengawasan dari sisi perlindungan konsumen agar gas LPG bersubsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak.

“Kita juga mengawasi penggunaan LPG agar tepat sasaran, terutama yang bersubsidi,” ucapnya.

Ia menegaskan, pelaku usaha seperti laundry dan perhotelan tidak diperkenankan menggunakan LPG bersubsidi dan telah diberikan imbauan terkait hal tersebut.

“Kalau untuk usaha seperti laundry atau perhotelan, jangan menggunakan gas subsidi. Itu sudah kami sampaikan melalui imbauan,” tegasnya.

Dengan langkah pengawasan dan kolaborasi lintas sektor tersebut, Norhani optimistis stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di Kalteng dapat terus terjaga meskipun di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Editor: Andrian

750 x 100 PASANG IKLAN DISINI
Baca juga
930 x 180 PASANG IKLAN DISINI