INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Arut Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, punya cara tersendiri agar pelanggannya tertib dan tidak menunggak iuran air bersih setiap bulannya.
Dari 10 unit pengolahan air bersih yang dikelola PDAM di tiap kecamatan dan desa. Rata-rata tingkat kepatuhan membayar iuran air mencapai angka 90 persen.
Bahkan untuk wilayah Bumi Harjo pada laporan tutup buku PDAM bulan Juli lalu tercatat 100 persen.
Direktur PDAM Tirta Arut, Sapriansyah mengatakan tingginya tingkat kesadaran pelanggan untuk membayar iuran bisa realisasikan seiring adanya peningkatan kualitas air bersih dan layanan yang diberikan kepada pelanggan.
“Untuk seluruh Kobar kita punya pelanggan 26.114 orang, khusus di Pangkalan Bun aja kurang lebih ada 14.000 pelanggan,” kata Sapriansyah, Senin (1/8/2022).
“Berdasarkan laporan keuangan kami rata-rata tingkat kepatuhan pelanggan membayar di angka 90 persen. Yang paling tinggi saat ini Bumi Harjo 100 persen,” sambungnya.
Sapriansyah menerangkan untuk meningkatkan kepatuhan membayar ini tidak mudah.
Dibutuhkan waktu dan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, terutama memastikan proses pengolahan sudah sesuai standar.
“Pertama yang perlu ditingkatkan tentu kualitasnya. Kalo air yang digunakan itu bersih dan layak konsumsi tentu mereka gak akan keberatan membayar,” jelasnya.
“Misalkan terjadi kebocoran air gak mengalir, pelanggan yang minta air bersih langsung kita antar pakai mobil tangki secara gratis,” lanjut Sapriansyah menjelaskan.
Untuk itu, dirinya memberikan apresiasi kepada para pelanggan yang sudah tertib membayar iuran. Sebab melalui iuran tersebut PDAM dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat maupun daerah.
“Terima kasih buat para pelanggan yang sudah tertib membayar iuran rutin air bersih. Jadi kita bisa terus melakukan inovasi maupun pengembangan di tiap unit. Nanti awal tahun akan ada kejutan, kita akan launching,” pungkas Sapriansyah.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian