INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, secara resmi memaparkan capaian Program 100 Hari Kerja bersama Wakil Gubernur (Wagub) H. Edy Pratowo, di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin 2 Juni 2025.
Dalam pemaparannya, Gubernur menegaskan bahwa program ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan awal menuju pembangunan Kalteng lima tahun ke depan.
Di hadapan jajaran pemerintah, mahasiswa, serta masyarakat umum, Agustiar mengajak seluruh elemen untuk aktif bergotong royong dan mengawal pembangunan di segala lini. Ia menyebut bahwa keterlibatan masyarakat sangat krusial dalam memastikan jalannya program sesuai dengan harapan bersama.
“Kami tidak ingin ada kecemburuan sosial. Anak-anak di pedalaman harus bisa sekolah, kuliah, dan berobat seperti mereka yang tinggal di kota,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menerapkan skema anggaran yang menyentuh seluruh daerah, yakni Rp250–500 juta per desa dan Rp150–175 miliar per kabupaten/kota. Dana tersebut tidak diberikan secara tunai, tetapi dalam bentuk program pembangunan yang menyasar sektor pendidikan, infrastruktur, ekonomi, hingga kesehatan.
Agustiar menegaskan komitmennya sebagai pemimpin seluruh masyarakat Kalteng tanpa membedakan suku, agama, ataupun kelompok politik. “Saya bukan gubernur dari partai tertentu, agama tertentu, atau suku tertentu. Saya adalah gubernur untuk seluruh masyarakat Kalteng,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, diputar pula video pencapaian yang merangkum berbagai keberhasilan dalam 100 hari kerja pertama. Gubernur juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan media untuk turut serta mengawasi dan menyukseskan program menuju Indonesia Emas 2045. “Kalteng adalah masa depan Indonesia,” ujar Agustiar dengan penuh optimisme.
Sementara itu, Wagub Edy Pratowo menambahkan bahwa capaian ini menjadi fondasi penting untuk melangkah lebih jauh dalam mewujudkan visi Kalteng BERKAH 2025–2030.
Keterlibatan masyarakat, termasuk kritik dan masukan, menurut Agustiar, menjadi bagian penting dalam memperkuat arah pembangunan. “Kami terbuka terhadap kritik. Itu adalah vitamin agar kami terus berbuat lebih baik,” pungkasnya.
Editor: Andrian