
INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj. Nurhidayah, menegaskan pentingnya percepatan penurunan angka stunting dengan komitmen penuh dari berbagai pihak.
Fokus utama dalam upaya ini adalah memberikan perhatian khusus kepada keluarga dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang anak.
Menurut Nurhidayah, penanganan stunting akan menjadi bagian dari rencana intervensi gizi terintegrasi yang berkelanjutan.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, guna mencegah dampak jangka panjang akibat kekurangan gizi.
Sebagai bentuk komitmen nyata, program penurunan stunting ini akan dimasukkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tahun 2026.
“Dengan demikian, langkah-langkah strategis dalam upaya perbaikan gizi masyarakat dapat lebih terarah dan efektif,” ujar Nurhidayah.
Nurhidayah menekankan bahwa pencapaian indikator pembangunan di bidang kesehatan, khususnya dalam menekan prevalensi stunting pada anak di bawah usia dua tahun, harus menjadi prioritas bersama.
“Keberhasilan program ini akan berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kotawaringin Barat secara keseluruhan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat luas, untuk berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan stunting.
“Kesadaran akan pentingnya gizi yang cukup serta pola asuh yang baik diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” ucap Bupati.
Dengan langkah-langkah yang terencana dan dukungan penuh dari semua pihak, Nurhidayah optimistis bahwa angka stunting di Kotawaringin Barat dapat terus ditekan.
“Kesehatan anak-anak kita hari ini adalah investasi bagi masa depan Kobar yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian