INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah menegaskan bahwa ketertiban laporan pertanggungjawaban (SPJ) dan objektivitas dalam pemilihan atlet merupakan dua hal mendasar yang tidak bisa ditawar dalam pembinaan olahraga daerah. Ia meminta seluruh cabang olahraga (cabor) bekerja secara profesional agar kepercayaan publik dan peluang prestasi dapat dijaga secara berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Nurhidayah saat rapat koordinasi dan silaturahmi bersama KONI serta perwakilan 33 cabor di Sungai Umbang Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (3/1/2026). Dalam forum itu, ia mengingatkan bahwa tata kelola anggaran yang rapi dan transparan menjadi fondasi utama keberlangsungan pembinaan olahraga.
Menurut Nurhidayah, SPJ bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ukuran akuntabilitas yang menentukan kepercayaan pemerintah terhadap cabor. Ia menekankan bahwa pengusulan anggaran pada Februari mendatang akan sangat bergantung pada kualitas pertanggungjawaban yang telah disampaikan.
“Berapa pun anggaran yang diberikan harus jelas dan tertib SPJ-nya. Ini menjadi tolok ukur ke depan,” ujarnya tegas.
Selain persoalan anggaran, Nurhidayah juga menyoroti proses seleksi atlet. Ia mengingatkan agar cabor benar-benar memilih atlet berdasarkan kemampuan, prestasi, dan potensi, bukan karena kedekatan personal atau pertimbangan non-teknis. Atlet yang disiapkan menghadapi Porprov, kata dia, harus merupakan yang terbaik dan siap bersaing.
Rapat yang dikemas dalam suasana ramah tamah itu berlangsung hangat, namun sarat pesan strategis. Forum tersebut menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh insan olahraga Kotawaringin Barat agar bergerak dalam satu arah, menyongsong Porprov dengan persiapan yang matang dan terukur.
Sebagai tuan rumah Porprov, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berkomitmen memberikan dukungan maksimal, baik dari sisi pembinaan maupun sarana prasarana. Nurhidayah juga mengungkapkan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk rencana pembangunan lapangan sepak bola berstandar nasional yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.
Ia menambahkan, beberapa cabor seperti renang telah menunjukkan dominasi dan perlu diperkuat pembinaannya secara konsisten. Dengan fokus pada cabang potensial dan pengelolaan yang profesional, Nurhidayah optimistis Kobar mampu membuktikan diri.
“Kita harus yakin, Kobar bukan hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu mencetak prestasi,” pungkasnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian