
INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kehadiran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara KKN Kebangsaan di Universitas Palangka Raya (UPR) terus mendapatkan kritikan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR.
Presiden Mahasiswa (Presma) BEM UPR Permutih Imam Basar mengatakan kegiatan KKN Kebangsaan ke-10 yang diselenggarakan di UPR itu menimbulkan tanda tanya besar karena menghadirkan politikus dari salah satu Partai Politik.
Menurutnya hal itu seharusnya tidak terjadi karena panitia merupakan akademisi.
Imam menilai pelaksanaan kegiatan KKN kali ini mencoreng nilai-nilai dari spirit Akademik yang disandang Perguruan Tinggi karena memasukkan unsur-unsur politik praktis di dalamnya. Mahasiswa sebagai kalangan muda intelektual harus mampu berperanan penting dalam menjaga nilai-nilai kritis.
“Kami menegaskan posisi mahasiswa sebagai Iron stock, agent of change, guardian of value, moral force serta social control menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran besar dalam menjamin sterilnya kampus dari agenda-agenda politik praktis yang mencoba masuk dan mengoyak marwah Universitas sebagai penyelenggara Pendidikan,” kata Imam, Rabu 20 Juli 2022.
Imam menegaskan bahwa dengan diundangkannya salah satu tokoh parpol itu tidak sesuai dengan kapasitasnya dan mencoreng para guru besar yang harusnya lebih kompeten.
“Diundangnya Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). ini tidak sesuai kapasitasnya, sehingga mencoreng para guru besar yang sebenarnya lebih kompeten dalam bidangnya,” tambahnya.
Sebagai bentuk protes, BEM UPR melayangkan surat debat terbuka kepada pihak penyelenggara ataupun pihak rektorat. “Kami menyatakan kekecewaan dan akan mengambil langkah selanjutnya, kami akan menempuh gerakan intelektual sebagaimana gerakan mahasiswa seharusnya, yaitu kami BEM UPR melayangkan surat terbuka dan harapan kita bersama ini dapat disambut dengan baik,” tutup Imam.
Diketahui bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan merupakan kegiatan untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. KKN Kebangsaan dilaksanakan setahun sekali secara bergantian oleh BKS PTN di wilayah barat dan KPTN KTI di wilayah timur dengan melibatkan semua perguruan tinggi.
Kegiatan KKN berupa integrasi dari kurikulum dan pengalaman belajar mahasiswa sesuai dengan realitas kehidupan masyarakat. Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan softskill, mematangkan kepribadian guna menumbuhkan jiwa kebangsaan.
Editor: Akhiruddin
Ia juga