INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Diseminasi Prediksi Musim Kemarau Tahun 2025 secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu, 18 Mei 2025, sebagai langkah proaktif untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran BPBD kabupaten/kota, perwakilan instansi teknis terkait, serta para pemangku kepentingan di bidang penanggulangan bencana. Dalam forum ini, disampaikan informasi terbaru terkait prakiraan cuaca dan musim kemarau oleh BMKG, serta langkah-langkah pencegahan Karhutla.
Kalaksa BPBD Prov. Kalteng, Ahmad Toyib menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu Karhutla.
“Dengan diseminasi prediksi musim kemarau ini, kami berharap kabupaten/kota dapat melakukan langkah-langkah antisipatif lebih awal, termasuk penguatan peralatan, personel, serta mitigasi risiko di wilayah rawan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, TNI/Polri, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun sistem deteksi dini dan penanggulangan Karhutla yang lebih efektif.
Dalam forum tersebut, perwakilan dari BMKG menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Kalteng diperkirakan akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus hingga awal September, dengan kondisi iklim yang mengarah pada El Niño lemah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalteng, M. Ridwan, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi penanganan berbasis data risiko dan penguatan koordinasi lapangan sebagai tindak lanjut dari diseminasi ini.
“Kami dorong pemetaan hotspot dan langkah pencegahan dilakukan terintegrasi, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga patroli bersama,” kata Ridwan.
Diseminasi ini juga menjadi wadah untuk membangun persepsi bersama serta menyamakan strategi dalam penanggulangan bencana Karhutla di Kalimantan Tengah.
Pemprov Kalteng melalui BPBD berharap kolaborasi lintas sektor yang dibangun sejak awal dapat menekan kejadian Karhutla di tahun 2025, serta menjaga kualitas udara dan lingkungan tetap terjaga.
Penulis: Redha
Editor: Maulana Kawit