website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

BMKG Imbau Waspadai Potensi Banjir Akibat La Nina

Ilustrasi kondisi banjir yang berpotensi terjadi di wilayah hulu sungai Kalteng, seperti Murung Raya dan Gunung Mas. BMKG memperingatkan curah hujan tinggi akibat La Nina yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi. ist

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, seiring dengan fenomena La Nina yang diprediksi menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton Budiono, menjelaskan bahwa Kalteng telah memasuki musim hujan yang disertai dampak dari fenomena La Nina. Hal ini diperkirakan akan menyebabkan intensitas hujan yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Musim hujan kali ini memang disertai La Nina, yang diprediksi akan meningkatkan curah hujan lebih tinggi dari biasanya,” ujar Anton, usai menghadiri Apel di Polda Kalteng, Rabu, 5 November 2025.

Anton menjelaskan bahwa puncak musim hujan di Kalteng tahun ini diprediksi akan datang lebih awal, yaitu pada Oktober dan November 2025. Sementara itu, curah hujan tinggi diperkirakan akan berlanjut hingga awal tahun depan.

Pasang Iklan

“Biasanya puncak hujan terjadi pada Desember sampai Januari, tapi tahun ini kami memprediksi puncaknya lebih cepat, pada Oktober dan November,” tambahnya.

Meskipun puncak musim hujan diprediksi lebih awal, Anton mengingatkan bahwa curah hujan tinggi akan tetap terjadi hingga Maret 2026. “Kami memperkirakan curah hujan tinggi akan terjadi hingga Maret 2026,” ucapnya.

Kalteng bagian utara, terutama daerah hulu sungai seperti Murung Raya, Gunung Mas, dan Seruyan bagian utara, diperkirakan akan menjadi wilayah yang paling terdampak oleh peningkatan intensitas hujan ini.

“Bagian hulu sungai seperti Murung Raya, Gunung Mas, dan Seruyan bagian utara akan menghadapi potensi hujan yang lebih tinggi,” beber Anton.

Anton juga menambahkan bahwa fenomena La Nina diperkirakan akan berlanjut hingga Februari 2026. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir yang dapat terjadi sebagai dampak dari curah hujan yang tinggi.

“Fenomena La Nina diperkirakan berlangsung sampai Februari 2026, dan ini akan memengaruhi intensitas hujan di beberapa wilayah,” pungkas Anton.

Pasang Iklan

Penulis: Redha
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan