INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sunarto, menegaskan pentingnya sinergi antara BKKBN dan media dalam memperkuat program pembangunan keluarga di daerah. Pernyataan ini disampaikan Sunarto dalam kegiatan Bincang Santai Bersama Jurnalis yang digelar di Eltipark Venue, Palangka Raya, Rabu pagi, 10 September 2025.
Sunarto mengatakan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, terutama terkait dengan program-program pembangunan keluarga. Media, lanjutnya, menjadi jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Tanpa dukungan media, banyak program unggulan kami yang tidak akan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program-program seperti Bangga Kencana, Quick Win, dan lainnya sangat bergantung pada seberapa baik informasi tersebut dipahami oleh masyarakat. “Media memiliki peran vital untuk memastikan pesan pembangunan keluarga sampai dengan jelas kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah memahami dan berpartisipasi aktif dalam setiap program yang kami jalankan,” kata Sunarto.
Sunarto juga menekankan bahwa kerja sama antara BKKBN dan media harus bersifat berkelanjutan. Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada liputan sesaat, tetapi harus dapat menciptakan kesadaran yang mendalam tentang pentingnya pembangunan keluarga berkualitas. “Kami membutuhkan sinergi yang berkelanjutan agar setiap informasi yang kami sampaikan bisa dipahami dengan baik oleh masyarakat, bukan hanya pada satu waktu, tetapi sepanjang waktu,” tambahnya.
Kegiatan Bincang Santai Bersama Jurnalis ini, lanjut Sunarto, merupakan salah satu upaya untuk mempererat hubungan antara BKKBN dan media di Kalteng. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung untuk mendukung pemahaman masyarakat terhadap program-program BKKBN. “Melalui diskusi yang terbuka dan interaktif seperti ini, kami bisa mendengar langsung masukan dari teman-teman media tentang bagaimana kami bisa meningkatkan efektivitas komunikasi kami dengan masyarakat,” ungkapnya.
Sunarto juga memaparkan sejumlah program prioritas BKKBN yang saat ini menjadi fokus utama, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), dan aplikasi digital IA-Super Apps. Program-program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh keluarga di Kalteng, terutama dalam bidang kesehatan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Program-program ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, terutama yang berada di daerah-daerah pelosok. Dengan informasi yang tepat dan akurat, media bisa membantu masyarakat memahami manfaat dan tujuan dari setiap program yang kami jalankan,” jelas Sunarto.
Sunarto menambahkan bahwa setiap program yang diluncurkan oleh BKKBN memiliki tujuan strategis yang sejalan dengan pembangunan keluarga berkualitas. “Kami berharap media dapat membantu menjelaskan kepada masyarakat bagaimana setiap kebijakan dan program BKKBN bertujuan untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” katanya.
Salah satu program unggulan yang tengah digalakkan oleh BKKBN adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang bertujuan untuk mencegah stunting pada anak-anak di Kalimantan Tengah. “Stunting adalah masalah serius yang harus segera ditangani. Oleh karena itu, dengan bantuan media, kami berharap lebih banyak orang tua yang sadar akan pentingnya gizi dan pola hidup sehat dalam pertumbuhan anak,” ungkap Sunarto.
Sunarto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media dalam mengatasi permasalahan stunting. “Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, media juga memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga asupan gizi yang baik bagi anak-anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Sunarto juga memaparkan tentang aplikasi digital IA-Super Apps yang diluncurkan untuk mempermudah akses informasi dan layanan BKKBN kepada masyarakat. Aplikasi ini, lanjutnya, merupakan inovasi yang bertujuan untuk mendekatkan program BKKBN kepada generasi muda, agar mereka dapat lebih mudah mengakses informasi tentang kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan lainnya. “Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat, terutama generasi muda, dapat lebih mudah memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera,” kata Sunarto.
Sunarto juga berbicara tentang pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam menyebarkan pesan pembangunan keluarga. “Media digital kini menjadi sarana yang sangat efektif untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda dan kelompok rentan,” ujarnya. Dengan memanfaatkan platform digital, ia yakin bahwa pesan-pesan BKKBN akan lebih mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Sunarto berharap bahwa kerja sama yang berkelanjutan dengan media dapat memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. “Bukan hanya liputan sesaat, tetapi kerja sama yang berkelanjutan akan memastikan bahwa pesan-pesan pembangunan keluarga sampai ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil,” katanya.
Menutup sambutannya, Sunarto mengajak media untuk terus mendukung berbagai program BKKBN demi mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas. “Kami ingin semua program BKKBN tidak hanya diketahui, tetapi juga diimplementasikan oleh masyarakat. Dengan media sebagai mitra yang handal, kami yakin upaya ini akan lebih efektif dan berdampak luas,” pungkasnya.
Penulis: Redha
Editor: Andrian