INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Tengah mulai melaksanakan pemetaan potensi dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program Profiling ASN (ProASN). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BKD Kalteng, Lisda Arriyana, di Ruang CAT BKD Kalteng, 26 November 2025.
Pelaksanaan ProASN dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 13–14 November 2025. Sebanyak 370 ASN yang terdiri atas pejabat administrator dan pengawas mengikuti proses penilaian yang dibagi ke dalam dua sesi setiap hari. Program ini disusun untuk membaca kapasitas aparatur secara objektif sebagai dasar pengembangan manajemen talenta ASN Pemprov Kalteng.
Dalam sambutannya, Lisda menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari penerapan sistem merit di lingkungan pemerintah provinsi. Menurutnya, pemetaan potensi dan kompetensi aparatur adalah fondasi dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan akuntabel.
“Melalui kegiatan ProASN ini, kita dapat memperoleh gambaran yang objektif dan menyeluruh mengenai potensi serta kompetensi ASN. Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar dalam pengembangan karier, penempatan jabatan, hingga perencanaan kebutuhan diklat secara lebih tepat sasaran,” ujar Lisda.
Ia menegaskan bahwa BKD Kalteng berkomitmen memperkuat sistem pembinaan ASN agar sejalan dengan tuntutan kerja yang semakin kompleks. Penilaian berbasis kompetensi dinilai penting untuk memastikan aparatur memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
ProASN ini juga melibatkan pendampingan dari Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin. Koordinator tim, Andi Hikmal, memberikan apresiasi atas langkah Pemprov Kalteng yang dinilai konsisten dalam membangun sistem manajemen ASN berbasis merit.
“Pelaksanaan ProASN ini merupakan bentuk keseriusan Pemprov Kalteng dalam membangun manajemen ASN yang profesional dan berintegritas. Semoga hasil kegiatan ini dapat menjadi data dasar yang kuat untuk pengembangan talenta ASN di masa mendatang,” kata Andi.
Ia menambahkan bahwa profil potensi dan kompetensi ASN yang diperoleh melalui ProASN akan sangat bermanfaat dalam mendukung reformasi birokrasi. Dengan data yang valid, arah pembinaan karier dapat dilakukan secara lebih efektif dan terukur.
BKD Kalteng menilai bahwa penerapan meritokrasi tak hanya berbicara tentang penempatan jabatan, tetapi juga bagaimana mempersiapkan aparatur menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, ProASN menjadi instrumen penting dalam memastikan ASN mampu bekerja secara adaptif dan profesional.
Proses profiling juga dirancang untuk mengukur kemampuan manajerial, teknis, dan sosial kultural yang menjadi standar kompetensi seorang aparatur pemerintahan. Hasilnya akan menjadi acuan dalam menyusun program pelatihan dan peningkatan kapasitas ASN.
Sejalan dengan visi Kalteng BERKAH, BKD menegaskan bahwa pengembangan ASN tidak boleh dilakukan secara serampangan. Perencanaan harus mengacu pada data dan indikator kinerja agar pembinaan berjalan tepat sasaran.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat budaya kerja berbasis integritas. Aparatur yang memiliki kompetensi kuat diharapkan mampu memberikan layanan publik yang lebih baik kepada masyarakat.
ProASN disebut sebagai salah satu strategi percepatan reformasi birokrasi. Dengan pemetaan potensi yang jelas, pemerintah dapat memastikan setiap jabatan diisi oleh orang yang tepat sesuai kemampuan dan rekam jejak.
BKD Kalteng menegaskan akan terus melanjutkan program-program peningkatan kompetensi pada tahun-tahun mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembinaan ASN untuk mewujudkan birokrasi yang berdaya saing tinggi.
Melalui kegiatan selama dua hari tersebut, pemerintah berharap aparatur daerah semakin memahami arti penting kompetensi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Hasil pemetaan akan menjadi dokumen strategis bagi BKD dalam menyusun kebijakan pengembangan SDM aparatur.
Dengan pelaksanaan ProASN ini, Pemprov Kalteng menegaskan langkah seriusnya dalam memperkuat kualitas birokrasi sekaligus memastikan setiap aparatur mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah.
Penulis : Suhairi
Editor : Maulana Kawit