INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Petugas gabungan dan relawan terus berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah. Sebanyak 75 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman di kawasan yang mencakup wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Seruyan.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, mengatakan puluhan personel tersebut berasal dari tiga wilayah, yakni Sungai Sekonyer, Teluk Pulai, dan Sungai Cabang. Mereka bergabung dengan unsur lain untuk membantu penanganan kebakaran di lapangan.
“Personel MPA kita turunkan 75 orang,” kata Samuel, Sabtu (17/10/2026).
Dari total tersebut, sebanyak 40 personel berasal dari Sungai Sekonyer, 20 personel dari Teluk Pulai, dan 15 personel lainnya dari Sungai Cabang. Pengerahan ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla di kawasan taman nasional.
Komandan Pleton Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar, Dawi Al-Habsyie, mengatakan petugas di lokasi masih melakukan persiapan sebelum menjangkau titik api. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memasang selang untuk mendukung proses pemadaman.
“Tadi aku ikut pasang selang gabungan untuk persiapan penanganan. Belum sempat sampai ke titik api,” ujar Dawi.
Menurut dia, jarak titik api dari camp diperkirakan sekitar 1,5 kilometer. Petugas masih berupaya menjangkau lokasi kebakaran setelah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan.
Di lokasi, personel TNI, MPA, dan Polres turut berjibaku bersama unsur lainnya. Manggala Agni juga terlibat dalam penanganan kebakaran di kawasan TNTP.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemadaman di lapangan. Petugas dan relawan bekerja sesuai kebutuhan penanganan, termasuk menyiapkan peralatan untuk mendukung upaya menjangkau titik api.
Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting berada di wilayah yang mencakup Kabupaten Kobar dan Seruyan. Penanganan karhutla di kawasan ini melibatkan personel lintas unsur untuk mengendalikan kebakaran.
Hingga Sabtu (17/10/2026), petugas gabungan dan relawan masih berjibaku menangani karhutla. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai luas lahan yang terbakar, jumlah titik api, maupun hasil pemadaman di lokasi tersebut.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian