INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Katingan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kelayakan pangan yang beredar di masyarakat.
Pengawasan menyasar sejumlah toko besar, swalayan, dan distributor di wilayah Kabupaten Katingan. Tim melakukan pemeriksaan terhadap tanggal kedaluwarsa, kondisi fisik kemasan, serta kelayakan produk pangan olahan yang dijual kepada konsumen.
Dari hasil pemeriksaan di beberapa lokasi, petugas menemukan sebanyak 13 produk pangan yang telah melewati masa kedaluwarsa. Produk tersebut langsung diamankan dan diminta untuk ditarik dari peredaran guna mencegah risiko kesehatan bagi masyarakat.
Selain itu, tim pengawas juga memberikan pembinaan kepada pemilik toko dan distributor agar lebih teliti dalam melakukan pengecekan masa berlaku serta kondisi produk sebelum dipasarkan.
Tidak hanya produk pangan kemasan, pengawasan turut dilakukan terhadap makanan siap saji yang dijual di lapak takjil. Sebanyak 30 sampel takjil diuji menggunakan rapid test untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya.
Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel dinyatakan aman dan tidak ditemukan kandungan formalin, boraks, maupun pewarna berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan.
Perwakilan BBPOM, Nur Fadila, mengatakan bahwa intensifikasi pengawasan pangan rutin dilakukan setiap menjelang Ramadhan dan Idulfitri sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen.
“Pengawasan ini bertujuan melindungi masyarakat dari produk pangan yang tidak layak konsumsi, sekaligus memberikan edukasi kepada pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek keamanan dan mutu pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, dr. Agnes Nissa Paulina, menegaskan bahwa pengawasan pangan menjelang Ramadan sangat penting mengingat meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.
“Pengawasan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami bersyukur dari hasil pemeriksaan takjil tidak ditemukan bahan berbahaya, sehingga masyarakat dapat lebih tenang dalam memilih makanan berbuka,” katanya.
Pihaknya mengimbau kepada para pelaku usaha agar tetap rutin memeriksa masa kedaluwarsa produk, Menjaga kebersihan, serta memastikan kualitas pangan yang dijual.
“Masyarakat juga diharapkan lebih teliti saat membeli makanan dan minuman, terutama selama bulan suci Ramadan,” tutupnya.
Editor: Andrian