
INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Curah hujan berintensitas tinggi di wilayah Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan dan DAS Samba akibatkan air sungai meluap.
Jumlah rumah warga yang terendam banjir sekitar 1.070 dan 1.335 Kepala Keluarga dengan total 3.550 jiwa di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan merasakan dampak bencana ini, Rabu 5 Maret 2025.
Camat Katingan Tengah, Purwoko menyebutkan beberapa desa yang terdampak banjir, yaitu Desa Samba Bakumpai, Desa Samba Danum, Desa Samba Kahayan, Desa Telok, Desa Batu Bedinding dan Desa Rantau Asem.
“Fasilitas umum yang terendam SMP 2 samba bakumpai, SDN 1 Samba Bakumpai, MA Ashalihin, TK Tunas Harapan, TPA Al iman, TK PGRI, kantor Desa Samba Bakumpai, Postu Polindes, Masjid Jami As shalihin SDN 4 Samba Danum, Pasar Dayak Tumbang Samba, dan Balai basarah Hindu kaharingan,” ungkap Purwoko.
Menurut Purwoko, bencana banjir di wilayah Katingan Tengah sering terjadi dikarenakan letaknya di dataran rendah dan sering terjadi luapan air DAS Katingan dan DAS Samba.
“Debit air naik diperkirakan akan kembali naik apabila curah hujan meningkat, apabila debit air meningkat akan didirikan dapur umum di tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa debit air di beberapa desa, seperti Samba Danum, Samba Bakumpai, Samba Katung, Samba Kahayan, telok mengalami kenaikan debit air saat ini.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Koramil 1019-04 Katingan Tengah Kades untuk melakukan pengecekan ke lapangan untuk mengantisipasi banjir susulan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat yang terdampak banjir agar lebih waspada terutama pada aliran listrik dan mengamankan keluarga serta harta bendanya,” katanya.
Purwoko mengungkapkan ada beberapa desa yang memang terdampak banjir, saat ini mereka tetap berada di dalam rumah menggunakan panggung/katil untuk beraktifitas.
“Sampai saat ini masih belum ada bantuan dari pemerintah daerah dan untuk lokasi yang terkena banjir tersebut adalah wilayah-wilayah yang sering kali terkena banjir,” tutup Purwoko.
Editor: Andrian