website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

APBD 90 Persen Terealisasi, Pembangunan Kalteng Terus Bergerak

Penyerahan Naskah Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Kalteng Tahun Anggaran 2024 oleh Wagub Edy Pratowo Kepada Pimpinan DPRD Provinsi Kalteng, Selasa, 3 Juni 2025. (Ist).

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 8,33 triliun atau 90,38 persen dari total anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 9,22 triliun. Salah satu komponen paling menonjol adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melebihi target.

Informasi ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, H. Edy Pratowo, dalam Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, Selasa, 3 Juni 2025, saat menyampaikan pidato tertulis Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran.

Wagub mengungkapkan bahwa PAD yang ditargetkan sebesar Rp 2,70 triliun berhasil direalisasikan sebesar Rp 2,82 triliun atau 104,61 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja pengelolaan sumber-sumber pendapatan lokal.

Sementara itu, pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan daerah lain yang dianggarkan sebesar Rp 6,52 triliun hanya terealisasi Rp 5,33 triliun atau 81,76 persen. Pendapatan sah lainnya tercatat sebesar Rp 184 miliar atau 2.289 persen dari target awal.

Pasang Iklan

Di sisi pengeluaran, realisasi Belanja Daerah mencapai Rp 9,13 triliun dari total anggaran Rp10,22 triliun atau sebesar 89,39 persen. Komponen belanja tersebut mencakup Belanja Operasi Rp 5,02 triliun (87,72 persen), Belanja Modal Rp 2,95 triliun (94,63 persen), serta Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 18 miliar (28,17 persen).

Untuk belanja transfer ke daerah dan desa, pemerintah merealisasikan Rp 1,137 triliun atau 87,21 persen dari alokasi yang direncanakan. Realisasi ini dinilai cukup optimal mengingat berbagai dinamika ekonomi dan sosial yang dihadapi sepanjang tahun.

Edy menekankan bahwa capaian tersebut tidak hanya menunjukkan disiplin fiskal, tetapi juga efektivitas perencanaan anggaran yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah.

“Kinerja ini diharapkan dapat menjadi acuan dan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan anggaran di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Dengan pendapatan yang melampaui target dan belanja yang terkontrol, pemerintah optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Gubernur juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tetap fokus terhadap peningkatan pelayanan publik dan pelaksanaan program-program strategis daerah.

Pasang Iklan

Editor   : Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan