INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawaringin Timur (IPMK) Palangka Raya melontarkan kritik terhadap arah pembangunan dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Mereka menilai sejumlah persoalan mendasar masyarakat belum ditangani secara fokus dan berkelanjutan.
Ketua Umum IPMK Palangka Raya, Muhammad Sya’ban, menyebutkan bahwa permasalahan di Kotim bersifat kompleks dan saling berkaitan. Namun, menurutnya, pemerintah daerah belum memiliki pemetaan skala prioritas yang jelas dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Ia menegaskan, pembangunan seharusnya dilakukan secara bertahap dan terfokus agar tidak menimbulkan masalah baru sebelum persoalan lama benar-benar tuntas. Menurutnya, pendekatan parsial justru membuat persoalan berulang setiap tahun.
“Kalau masalah utama adalah jalan rusak, maka fokus dulu ke perbaikan jalan. Jika banjir jadi persoalan, irigasi dan drainase harus dibenahi. Jangan satu masalah belum selesai, sudah berpindah ke masalah lain,” ujar Sya’ban, Kamis, 8 Januari 2025.
Di sektor pendidikan, IPMK Palangka Raya turut menyoroti kebijakan Beasiswa Gerbang Menyata (GM) yang dinilai belum memadai. Mereka mendorong pemerintah daerah untuk menambah kuota penerima sekaligus meningkatkan nominal bantuan bagi mahasiswa.
Sya’ban menilai, besaran beasiswa saat ini tidak lagi sebanding dengan tingginya biaya pendidikan serta kebutuhan hidup mahasiswa, khususnya mereka yang menempuh studi di luar daerah.
“Realitas di lapangan menunjukkan biaya pendidikan dan kebutuhan hidup terus meningkat. Karena itu, kami mendorong agar nilai beasiswa bisa dinaikkan, sehingga benar-benar membantu mahasiswa,” katanya.
Selain beasiswa, IPMK juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan asrama mahasiswa, terutama di Kota Palangka Raya. Fasilitas tersebut dinilai sangat dibutuhkan sebagai penunjang keberlangsungan pendidikan mahasiswa asal Kotim.
Tak hanya di bidang pendidikan, IPMK Palangka Raya juga menyoroti kondisi infrastruktur di Kotim yang masih memprihatinkan. Kerusakan jalan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah, baik di kawasan hulu maupun hilir.
Mereka juga menilai penerangan jalan umum (PJU) masih minim, sehingga berdampak pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari. Selain itu, persoalan banjir yang kerap terjadi setiap tahun dinilai belum ditangani secara komprehensif.
“Banjir seperti menjadi agenda tahunan. Ini menunjukkan perlunya perencanaan yang lebih matang dan solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara,” ucapnya.
IPMK Palangka Raya turut menyinggung kualitas pelayanan publik yang dinilai masih perlu banyak pembenahan, baik dari sisi kecepatan, efektivitas, maupun kemudahan akses bagi masyarakat.
Dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur, IPMK Palangka Raya berharap pemerintah daerah tidak hanya menjadikan perayaan sebagai seremoni, tetapi juga sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pembangunan.
“Di usia 73 tahun ini, sudah seharusnya pembangunan lebih tepat sasaran, pelayanan publik semakin baik, dan kesejahteraan masyarakat benar-benar bisa dirasakan,” pungkasnya.
Editor: Andrian