INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Melalui Dinas Pariwisata (Dispar), sebanyak 100 pemandu wisata mengikuti sertifikasi kompetensi berbasis ekowisata yang digelar dalam dua sesi, masing-masing 50 peserta pada 29 dan 30 April 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pemandu wisata yang tidak hanya andal dalam pelayanan, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman berkesan bagi wisatawan. Para peserta yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kobar tersebut diuji kemampuan serta pemahaman mereka terhadap standar profesi yang berlaku.
Mewakili Kepala Dispar Kobar, Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM Pariwisata serta Ekonomi Kreatif, Febri Sri Hartini menegaskan bahwa peran pemandu wisata sangat krusial sebagai garda terdepan dalam membangun citra daerah.
“Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi representasi wajah pariwisata Kotawaringin Barat di mata wisatawan,” ujarnya.
Dalam konteks ekowisata, tuntutan terhadap pemandu wisata dinilai semakin tinggi. Selain kemampuan komunikasi, mereka juga harus memahami prinsip konservasi lingkungan, pelestarian budaya lokal, serta mampu memberikan edukasi yang bertanggung jawab kepada pengunjung. Sertifikasi ini pun menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas tersebut benar-benar terstandarisasi.
Ketua HPI Kalimantan Tengah, Yomie, menekankan bahwa proses sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah teruji.
“Peserta wajib memiliki pengalaman minimal satu tahun agar kemampuan yang dimiliki benar-benar matang dan siap menghadapi dinamika di lapangan,” tutur Yomie.
Sementara itu, Ketua DPP HPI Pusat, Imam Widodo, mengingatkan bahwa tantangan industri pariwisata semakin kompleks di era digital. Wisatawan kini datang dengan pengetahuan awal tentang destinasi, sehingga profesionalisme pemandu wisata menjadi kunci untuk meminimalkan keluhan.
Hal senada disampaikan Direktur LSP Gunadarma Utama, Vera Damayanti, yang menegaskan pentingnya menjunjung kode etik profesi sebagai tolok ukur kinerja dan kualitas layanan di sektor pariwisata.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian