website murah
website murah
website murah
website murah
website murah

Warga Keluhkan Jalan Lingkar Selatan, Makin Parah dan Berlubang 

Kondisi Jalan Lingkar Selatan Sampit yang berlubang ditutup genangan air. (Ibrahim JM)

INTIMNEWS.COM,SAMPIT – Warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan kondisi Jalan Lingkar Selatan yang semakin parah dan memprihatinkan.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya lubang di badan jalan yang tertutup genangan, sehingga membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

“Jalan ini selalu tergenang saat hujan. Lubangnya banyak dan dalam tertutup air. Jadi kita harus serba hati-hati saat berkendara,” kata salah satu warga yang tinggal di jalan itu, Rijal, Selasa 18 Maret 2025.

Ia berharap jalan itu harus segera segera diperbaiki. Pasalnya, jalan ini merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat dan transportasi barang di wilayah Kotim.

Pasang Iklan

Terlebih jalan tersebut juga menjadi akses satu-satunya warga perumahan sekitar. Warga semakin was-was karena harus berpacu di jalan yang merupakan perlintasan angkutan berat.

“Kondisi genangannya cukup dalam sehingga lambat mengering. Kami harus antri dengan kendaraan besar seperti kontainer karena memang jalan untuk angkutan berat,” tandasnya.

Selain itu, sopir muatan CPO pun telah mengutarakan keluhannya beberapa waktu lalu. Manurung, mengatakan kondisi jalan ini semakin rusak parah, bergelombang, dan tergenang air, terutama saat musim hujan.

“Dari tahun ke tahun kondisinya seperti ini. Apalagi saat hujan, makin parah karena jalan berlubang, penuh air dan lumpur. Kami berharap dengan adanya Gubernur baru, jalan provinsi ini bisa lebih diperhatikan,” ujar Imam.

Kerusakan jalan ini tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan sopir muatan berat. Kondisi jalan yang buruk menyebabkan kerusakan pada truk dan berisiko terguling sehingga menyebabkan kerugian bagi sopir.

“Kalau sudah terjadi kerusakan itu artinya sopir kehilangan pendapatan, karena biaya perbaikan kendaraan ditanggung sendiri,” ujarnya.

Pasang Iklan

Kondisi tersebut menyebabkan angkutan berat terpaksa masuk jalan dalam kota untuk menghindari bahaya dan kerugian materil mereka.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan