website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Warga dan Lembaga Konservasi Evakuasi Penyu Hijau Terdampar di Sungai Gudang

Tampak penyu hijau sedang Dievakuasi warga ditempatkan di tempat lebih aman

INTIMNEWS.COM , PANGKALAN BUN – Warga di sekitar Sungai Gudang, sebuah sungai kecil yang bermuara di Teluk Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, dikejutkan dengan penemuan seekor penyu hijau yang terdampar pada Rabu sore 26 Juni 2024. Penyu yang diperkirakan memiliki berat lebih dari 100 kilogram ini terdampar di perairan sungai, memicu kekhawatiran warga akan keselamatannya dari potensi tabrakan dengan perahu-perahu yang melintas.

Menyadari potensi bahaya yang mengintai, warga setempat segera melaporkan temuan tersebut ke Friends of the National Parks Foundation (FNPF) Kalimantan, sebuah lembaga konservasi yang aktif di wilayah tersebut. Basuki Budi Santoso, salah satu staf FNPF, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, timnya segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi penyu.

“Kami langsung mengevakuasi penyu tersebut untuk memastikan keamanannya. Saat ini, kami sedang menunggu koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk proses pelepasliaran kembali ke habitat aslinya,” ujar Basuki.

Kepala BKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Dendi Setiadi, saat dikonfirmasi pada Kamis (27/6/2024), pagi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari FNPF dan warga terkait penemuan penyu tersebut. “Ya, kami menerima laporan kemarin sore. Pagi ini, kami akan membawa penyu tersebut ke pusat rehabilitasi di Tanjung Keluang untuk mendapatkan perawatan sebelum dilepasliarkan kembali,” kata Dendi.

Pasang Iklan

Ia menambahkan bahwa bulan Juni dan Juli memang merupakan musim bertelur bagi penyu hijau, sehingga besar kemungkinan penyu tersebut terdampar di perairan Teluk Kumai dalam usaha mencari tempat untuk bertelur.

Penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan salah satu spesies penyu yang dilindungi dan terdaftar dalam status terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kehadiran mereka sangat penting bagi ekosistem laut, terutama dalam menjaga kesehatan terumbu karang dan padang lamun.

Upaya pelestarian penyu hijau membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat setempat. Penemuan dan evakuasi penyu hijau yang terdampar di Sungai Gudang ini menunjukkan pentingnya kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam melindungi satwa-satwa yang dilindungi.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan melestarikan satwa-satwa yang terancam punah. Basuki Budi Santoso dari FNPF berharap agar masyarakat terus mendukung upaya konservasi dan melaporkan jika menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan.

“Kami sangat menghargai kepedulian warga dalam melaporkan penemuan penyu ini. Semoga penyu hijau yang kami evakuasi dapat segera dilepasliarkan kembali dan melanjutkan siklus hidupnya di alam bebas,” tambah Basuki.

Dengan langkah-langkah konkret dari berbagai pihak, harapan untuk kelangsungan hidup penyu hijau dan satwa liar lainnya di wilayah Kotawaringin Barat dapat terwujud, menjaga kekayaan alam Indonesia tetap lestari untuk generasi mendatang.

Pasang Iklan

Penulis : Yusro

Editor    : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan