INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng terus memperkuat dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berlandaskan keimanan yang kuat.
Edy Pratowo menyampaikan hal ini dalam sebuah kegiatan di Palangka Raya. Ia menuturkan bahwa pembinaan kehidupan beragama akan tetap menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen menjaga keberagaman dan memastikan setiap masyarakat dari beragam keyakinan mendapatkan layanan serta dukungan yang sama dalam bidang keagamaan.
“Pemprov Kalteng bersama Gubernur senantiasa memberikan perhatian terhadap pembinaan kehidupan beragama, termasuk melalui program dukungan bagi para pendidik keagamaan,” ujarnya, Minggu, (23/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pemerintah provinsi telah menyiapkan bantuan khusus bagi guru-guru sekolah minggu dan para guru keagamaan. Bantuan tersebut diberikan untuk semua agama, mulai dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Kaharingan.
Program itu disiapkan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran para pendidik keagamaan yang selama ini menjadi pilar pembinaan moral di masyarakat.
Selain dukungan bagi guru keagamaan, pemerintah provinsi juga merencanakan pemberian bantuan perjalanan ziarah ke tempat-tempat suci. Program tersebut juga dijadwalkan mulai berjalan pada 2026.
Menurut Edy, perjalanan ziarah akan diberikan secara bertahap melalui mekanisme pengundian agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Bantuan ini menyasar umat Kristiani dan Katolik, khususnya yang ingin melakukan perjalanan ziarah ke Holy Land.
“Harapannya, program ini dapat memberikan pengalaman spiritual bagi masyarakat yang selama ini belum pernah memiliki kesempatan tersebut,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Edy juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak-anak. Ia menekankan pentingnya dorongan dari orang tua agar anak-anak bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah menyiapkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana Gratis, yang memberikan peluang bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan di 34 perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.
“Pemerintah telah membuka peluang. Sekarang tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkannya dengan baik,” katanya.
Menurut Edy, sinergi antara program pemerintah dan semangat belajar masyarakat akan memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kalteng.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemprov Kalteng juga akan meluncurkan program Kartu Buma Beta. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang benar-benar berhak mendapatkannya.
Ia memastikan bahwa bantuan tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah yang saat ini mengalami penyesuaian, sama seperti yang terjadi di banyak daerah lain di Indonesia.
Namun Edy menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pembangunan. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai pemacu agar pemerintah tetap fokus pada program prioritas yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan, kita optimistis mampu terus membangun Kalimantan Tengah yang semakin maju, religius, dan sejahtera,” pungkasnya.
Penulis : Suhairi
Editor : Maulana Kawit