INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan Edy saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Kapuas. Dalam agenda tersebut, rombongan turut meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SD Negeri 3 Selat Hilir, Kamis, 18 Desember 2025.
Menurut Edy, keberhasilan program nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga membutuhkan koordinasi, kesiapan, dan komitmen pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar seluruh program prioritas dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi anak sekolah.
Program tersebut, menurutnya, memiliki tujuan jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Edy menegaskan, Pemprov Kalteng mendukung berbagai program prioritas nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.
Sejumlah program yang menjadi perhatian pemerintah daerah, antara lain penguatan ketahanan pangan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga peningkatan akses dan kualitas pendidikan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh. Pemenuhan gizi dan peningkatan akses pendidikan harus berjalan beriringan agar mampu menghasilkan generasi yang unggul.
Di bidang pendidikan, Pemprov Kalteng juga mendorong program “Satu Rumah Satu Sarjana” sebagai upaya memperluas kesempatan generasi muda untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
“Pendidikan dan pemenuhan gizi harus berjalan beriringan. Anak-anak yang sehat dan bergizi baik akan lebih siap menerima pendidikan dan berkembang menjadi generasi yang unggul,” tegas Edy.
Ia berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kalimantan Tengah dapat berjalan konsisten, tepat sasaran, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Kolaborasi lintas sektor, kata dia, diperlukan agar program tersebut tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik dan masyarakat.
Editor: Maulana Kawit