
INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ida Dayak menjadi perbincangan publik di Indonesia. Pasalnya Ida Dayak dinilai mampu mengobati pasiennya dengan waktu yang sangat cepat, khusunya patah tulang.
Dalam beberapa tayangan video di media sosial, sebelum mengobati pasiennya, Ida Dayak terlebih dahulu nampak melakukan ritual sambal membacakan mantra.
Setelah itu, Ida kemudian mengoleskan sebuah cairan berwarna merah ke bagian tubuh pasien yang akan diobati. Diketahui cairan tersebut adalah minyak bintang khas dari suku Dayak.
Seprti apa minyak bintang tersebut? Intimnews.com mencoba menelusuri asal dari cairan yang disebut-sebut ampuh mengobati penyakit khusunya yang bekaitan dengan tulang.
Berikut informasi yang dihimpun berbagai sumber:
Dilansir dari Hops.id, salah seorang paranormal Nyai Dewi Rantian mengungkapkan bahwa cairan tersebut bukan barang sembarangan. Menurutnya, tidak semua asli orang Dayak bisa mengambil minyak bintang.
Nyai Dewi yang juga berasal dari suku Dayak bilang, untuk mengambil minyak itu ada syarat tertentu. “Banyak orang tau, minyak bintang itu tidak sembarangan orang itu punya. Karena minyak bintang itu tidak sembarangan mengambilnya, orang mengambilnya pun ada syarat,” ungkap Nyai Dewi Rantian.
Nyai Dewi melanjutkan, minyak bintang diambil jika benar-benar dibutuhkan untuk pengobatan yang cukup mendesak. “Biasanya, kalau minyak bintang yang benar, itu diambil memang benar-benar orang itu perlu (untuk pengobatan),” katanya.
Adapun menurutnya khasiat dari minyak bintang adalah untuk mengobati masalah pada tulang, misalnya patah akibat kecelakaan.
Minyak bintang dipercaya oleh Suku Dayak ampuh untuk menyatukan tulang-tulang yang retak bahkan patah sekalipun.
“Misalnya untuk mengobati bekas tabrakan, patah tulang, itu dioleskan lalu diteteskan ke dalam mulutnya agar tulang itu bisa menyatu,” jelasnya.
Meski demikian, Nyai Dewi tidak mengungkapkan secara detil dari mana atau terbuat dari apa minyak bintang itu.
Sementara itu, dikutip dari situs Kemendikbud, Minyak Bintang sudah dimasukkan ke warisan budaya tak benda. Minyak Bintang dianggap salah satu dari ilmu magis yang berkembang dalam masyarakat Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.
Tujuan orang mempelajari ilmu Minyak Bintang ini adalah untuk bisa bertahan dan menyerang musuh. Ilmu ini masa dulunya dipelajari karena masih seringnya terjadi peperangan antar suku.
Ilmu Minyak Bintang ini dapat diperoleh dengan cara dibeli (temaai) sebesar lima sampai sepuluh antang
Pada masa dulu nilai sebesar ini sangatlah besar sehingga tidaklah mengherankan bila jumlah orang yang mampu memiliki ilmu ini sangat sedikit.
Seseorang yang memiliki ilmu Minyak Bintang ini biasanya akan kurang minatnya untuk mempelajari ilmu lainnya.
Keistimewaan dari ilmu Minyak Bintang ini menurut kepercayaan masyarakat adalah dapat menghidupkan pemiliknya yang mati terbunuh. (*)