website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Tutup PKN Tingkat II, Edy Pratowo Minta ASN Jadi Penggerak Perubahan

Wagub Kalteng Edy Pratowo saat menutup PKN Tingkat II Angkatan Ke-27 Tahun 2025. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Selama empat bulan, 32 aparatur sipil negara mengikuti proses pembelajaran dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan ke-27 Tahun 2025 di Kalimantan Tengah. Jumat, 12 Desember 2025, pelatihan itu resmi berakhir.

Namun, bagi Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, kelulusan para peserta tidak seharusnya dimaknai sebagai akhir dari proses pembelajaran.

Ia menilai, justru setelah kembali ke instansi masing-masing, para alumni akan menghadapi tantangan sebenarnya: menerjemahkan pengetahuan dan gagasan kepemimpinan ke dalam perubahan nyata dalam birokrasi.

Edy secara resmi menutup PKN Tingkat II Angkatan ke-27 Tahun 2025 sekaligus melepas para peserta sebagai alumni dalam acara yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Pasang Iklan

Dalam sambutan Gubernur yang disampaikan melalui dirinya, Edy mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan.

“Kelulusan ini jangan dianggap sebagai garis akhir, tetapi justru garis start untuk memperkuat komitmen meningkatkan kinerja yang lebih baik dan benar-benar berdampak nyata bagi kemajuan pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat Kalteng,” kata Edy.

Pesan tersebut disampaikan di tengah tuntutan terhadap birokrasi yang semakin besar.

Era digital, menurut pemerintah daerah, telah mengubah ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik. Layanan dituntut lebih cepat, mudah diakses, dan transparan.

Di saat yang sama, pemerintah juga dihadapkan pada agenda pembangunan yang tidak sederhana, mulai dari pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, hingga tuntutan menciptakan pemerintahan yang bersih dan dipercaya publik.

Dalam situasi itu, pejabat birokrasi tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi.

Pasang Iklan

“Di sinilah kami sangat mengharapkan peran strategis Bapak dan Ibu sebagai motor penggerak perubahan di instansi masing-masing. Jadilah pemimpin birokrasi yang visioner, berintegritas, inovatif, dan responsif,” ujar Edy.

Ia menekankan bahwa kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan kepemimpinan dan integritas. Sebab, kebijakan yang baik tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga kemampuan aparatur dalam menggerakkan organisasi dan menghadirkan hasil.

Pandangan serupa disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Army Winarty.

Menurut dia, PKN Tingkat II merupakan program strategis untuk membentuk pemimpin birokrasi yang memiliki integritas sekaligus kemampuan mendorong perubahan.

“ASN adalah pelayan masyarakat, apa pun jabatannya. ASN harus berperan menjadi agen perubahan dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Army.

Ia mengingatkan bahwa selesainya pelatihan bukan berarti proses belajar berhenti. Para alumni justru dituntut untuk terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan menghindari kecenderungan untuk bertahan dalam zona nyaman.

“Ini awal untuk pembelajaran kepemimpinan yang lebih besar. Banyak tantangan yang kita hadapi dan zona nyaman yang harus kita hindari,” ujarnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, melaporkan PKN Tingkat II Angkatan ke-27 berlangsung sejak 11 Agustus hingga 12 Desember 2025.

Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah pemerintah daerah, baik di Kalimantan Tengah maupun dari luar daerah.

Peserta terdiri atas tujuh orang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan satu orang dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Selain itu, terdapat satu peserta dari Pemerintah Kota Palangka Raya, dua orang dari Pemerintah Kota Banjarbaru, tiga orang dari Kabupaten Kapuas, lima orang dari Kabupaten Pulang Pisau, dan tiga orang dari Kabupaten Katingan.

Peserta lainnya berasal dari Kabupaten Lamandau sebanyak dua orang, Kabupaten Murung Raya empat orang, Kabupaten Barito Utara satu orang, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebanyak tiga orang.

Seluruh peserta dinyatakan lulus.

Dalam penutupan tersebut, panitia juga mengumumkan 10 peserta dengan nilai tertinggi. Selain itu, LAN RI menetapkan lima peserta teristimewa pada Angkatan ke-27.

Kelima peserta itu adalah Agustan Saining dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Markus dari Pemerintah Kabupaten Katingan, Joni Harta dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, drg. Sopiyah dari Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, serta M. Reza Prabowo dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Penutupan pelatihan menandai berakhirnya proses pendidikan formal selama empat bulan. Namun, pesan utama yang disampaikan dalam forum itu tetap sama: keberhasilan alumni PKN tidak akan diukur dari sertifikat kelulusan, melainkan dari sejauh mana mereka mampu membawa perubahan ketika kembali menjalankan tugas di birokrasi.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!