INTIMNEWS.COM, PURUK CAHU – Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, meminta pengguna transportasi sungai meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Imbauan itu terutama ditujukan kepada nakhoda, pemilik kapal, dan penumpang taksi air yang melayani rute Muara Teweh–Puruk Cahu–Teluk Jolo.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul penurunan debit dan kedalaman Sungai Barito. Kondisi itu mulai memengaruhi kelancaran transportasi sungai yang menjadi salah satu jalur penting bagi masyarakat di sejumlah wilayah Murung Raya.
Rumiadi mengatakan keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap perjalanan. Nakhoda diminta menyesuaikan pelayaran dengan kondisi alur sungai dan tidak mengambil risiko apabila situasi dinilai membahayakan.
“Saya kembali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi. Demi keselamatan dan kenyamanan, ada beberapa hal yang wajib dipersiapkan sebelum berlayar,” ujar Rumiadi di Puruk Cahu, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, kondisi Sungai Barito yang semakin surut membuat sejumlah bagian alur pelayaran menjadi lebih dangkal. Perubahan tersebut perlu diantisipasi karena dapat menyulitkan kapal melintas, terutama pada titik-titik tertentu yang memiliki kedalaman terbatas.
Sejumlah taksi air, kata Rumiadi, mulai mengalami kendala saat melewati alur sungai. Beberapa kapal bahkan dilaporkan sempat kandas ketika membawa penumpang maupun barang kebutuhan masyarakat.
Kondisi itu berpotensi memperpanjang waktu perjalanan. Jika tidak diantisipasi, gangguan pelayaran juga dapat memengaruhi kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok ke wilayah yang masih bergantung pada transportasi sungai.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan berlayar apabila kondisi alur sungai tidak memungkinkan,” tegasnya.
Rumiadi meminta nakhoda memastikan kondisi kapal laik beroperasi sebelum meninggalkan dermaga. Pemeriksaan terhadap mesin, perlengkapan keselamatan, kapasitas muatan, dan kesiapan awak kapal dinilai penting untuk mengurangi risiko selama perjalanan.
Pemilik kapal juga diminta memperhatikan kondisi armada dan tidak mengabaikan faktor keselamatan demi mengejar waktu perjalanan. Menurut Rumiadi, kondisi sungai yang berubah selama musim kemarau membutuhkan penyesuaian dalam pengoperasian kapal.
Kepada penumpang, ia mengingatkan agar tidak mengabaikan informasi mengenai kondisi cuaca dan ketinggian air sungai. Penumpang juga perlu menyiapkan kebutuhan perjalanan secara memadai, terutama apabila perjalanan berpotensi mengalami keterlambatan.
Rumiadi mengatakan persoalan transportasi sungai memiliki dampak lebih luas bagi masyarakat Murung Raya. Sungai Barito masih menjadi jalur mobilitas warga sekaligus sarana distribusi barang bagi sejumlah desa.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait turut memantau kondisi jalur pelayaran. Informasi mengenai titik alur yang dangkal dan kondisi sungai perlu disampaikan kepada operator kapal serta masyarakat agar dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum melakukan perjalanan.
Ia juga mengajak seluruh pihak membangun komunikasi apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan pelayaran. Langkah tersebut diperlukan agar informasi mengenai perubahan kondisi sungai dapat segera diketahui oleh pengguna transportasi air.
“Dengan kewaspadaan dan kerja sama semua pihak, kita berharap aktivitas pelayaran tetap berjalan dengan aman, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah yang bergantung pada transportasi sungai tetap terpenuhi,” pungkas Rumiadi.
Penulis: JMY/Maulana K
Editor: Andrian