website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Staf Ahli Gubernur Kalteng Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2024

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2024 bersama Menteri Dalam Negeri RI secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai 2 Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin, 11 November 2024.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi inflasi menyampaikan bahwa sebagaimana diketahui, pada 1 November lalu Badan Pusat Statistik merilis hasil survei inflasi bulan Oktober yang menyebutkan bahwa inflasi secara bulanan (September-Oktober) masih deflasi, yakni sebesar -0,08%. Sementara itu, perkembangan inflasi secara tahunan (year on year) Oktober 2023 hingga Oktober 2024 sebesar 1,71%.

“Saya mohon, masalah inflasi ini tetap menjadi perhatian kita semua. Selama ± 2 tahun kegiatan ini kita laksanakan, dan inflasi cukup terkendali dengan baik. Pengendalian inflasi Indonesia dinilai salah satu yang terbaik di dunia, dan relatif baik, karena daerah juga bergerak,” ujarnya.

“Sedangkan bagi daerah yang masih mengalami lonjakan di atas rata-rata nasional 3,5% agar segera menggelar rapat internal dengan Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan yang melibatkan pemilik/distributor untuk memastikan ketersediaan barang,” tambahnya.

Pasang Iklan

Senada dengan itu, Amalia Adininggar, Pelaksana Tugas Kepala BPS RI, mencatat inflasi month to month sebesar 0,08% dan inflasi year to year sebesar 1,71% sama-sama disebabkan oleh inflasi transportasi. Sebagai catatan, pada 1 Oktober 2024 lalu, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi milik PT. Perum Perumnas melakukan perubahan harga yang menyebabkan deflasi di sektor transportasi.

“Misalnya harga Pertamax turun 800 – 900 rupiah atau 6 – 7%, kemudian Pertamax Turbo turun 1200 – 1250 rupiah atau 8 – 9%, kemudian Dexlite anjlok 1200 – 1450 rupiah atau 9 – 10%, dan terakhir, Pertamina Dex anjlok 9 – 10%,” ungkapnya.

“Inflasi terjadi pada sektor makanan dan minuman yang dipimpin oleh produksi bawang merah pada Oktober 2024, saat Kementerian Pertanian melaporkan adanya penurunan produksi bawang merah,” lanjutnya.

Ia juga menyebutkan pada Oktober 2024, secara m-to-m, sebagian besar provinsi di Indonesia mengalami inflasi, dengan 28 provinsi mengalami inflasi dan 10 provinsi mengalami deflasi. “Penyumbang inflasi pada Oktober 2024 adalah daging ayam ras 0,04%, bawang merah 0,03%, dan telur ayam ras 0,01%,” tutur Plt Kepala BPS RI.

Menurutnya, emas perhiasan, daging ayam ras, dan bawang merah merupakan komoditas yang paling banyak menyumbang inflasi bulanan (kenaikan harga) pada Oktober 2024. Sementara itu, bensin, cabai merah, dan cabai rawit merupakan komoditas yang paling banyak menyumbang deflasi.

Selanjutnya, komoditas yang paling banyak menyumbang inflasi (kenaikan harga secara y-on-y) pada Oktober 2024 adalah emas perhiasan, beras, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM), sedangkan bensin, cabai merah, dan tomat menyumbang deflasi,” pungkasnya.

Pasang Iklan

PENULIS : REDHA
EDITOR : ANDRIAN

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan