website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Siapa yang Bertanggung Jawab atas Rusaknya Infrastruktur Jalan di Kobar?

Kondisi salah satu infrastruktur jalan di Kobar. (Istimewa)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Musim penghujan sudah datang di seluruh Kabupaten Kotawaringin Barat dan sudah menelan beberapa korban akibat banjir. Hujan selain memberikan berkah air berlimpah, tetapi karena ulah manusia juga, hujan menyebabkan banjir yang merusak insfrastruktur, tanaman, ternak dan bahkan memakan korban manusia.

Sebagai contoh, sawah-sawah di sepanjang aliran Sungai Arut sudah ada yang kebanjiran, beberapa jalan protokol di wilayah Pangkalan Banteng dan Jalan Kotawaringin Lama – Pangkalan Bun dan sebagainya rusak/berlubang dan juga ada laka, Senin (4/7/2022).

Sampai tulisan ini dimuat, jalanan masih berlobang dan rusak. Memang aspal paling rentan oleh air misalkan di Jalan Kotawaringin Lama – Pangkalan Bun maupun jalan Pangkalan Banteng.

Maka jika air hujan tidak bisa langsung mengalir ke saluran air di sisi jalan raya dan tergenang untuk beberapa lama, aspal jalan akan terkelupas dan berlubang.

Pasang Iklan

Jika jalan berlubang atau rusak, idealnya segera dilakukan perbaikan oleh Pemerintah setempat. Sayangnya di Indonesia persoalan kewenangan memperbaiki jalan saja terkotak-kotak.

Dalam satu wilayah atau kota, tanggung jawab perawatan dan perbaikan jalan berbeda-beda. Ada yang harus dilakukan oleh Pemda setempat namun ada juga yang harus Pemerintah Provinsi. Sangat membingungkan publik.

Jadi jika publik merasa terganggu atau bahkan menjadi korban kerusakan jalan, kita harus paham siapa yang berwenang mengurus ruas jalan dimaksud.

Menyikapi ini PJ Bupati Kotawaringin Barat Anang Dirjo, memerintahkan BPBD Kotawaringin Barat dan juga dibantu pihak kepolisian dan TNI untuk turun ke lokasi banjir. “Kemarin juga kita perintahkan kepada pihak perusahaan untuk menindaklanjuti untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

“Untuk kejadian yang seperti ini kita lihat dulu seperti apa dari pihak yang bertanggungjawab, kalau memang itu dari pihak perusahaan kita minta untuk segera dilakukan perbaikan, namun kalau jalan lintas provinsi akan kita laporkan bagaimana nantinya apa perlu ditingkatkan perbaikan agar tidak ada lagi banjir,” jelas Anang Dirjo.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan