INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di tingkat kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah hingga 31 Oktober 2025 masih menunjukkan ketimpangan. Di antara 14 kabupaten dan kota, Barito Utara, Kapuas, dan Seruyan tercatat memiliki persentase realisasi keuangan terendah.
Data tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran atau TEPRA yang digelar di Aula Eka Hapakat, Palangka Raya, Rabu, 3 Desember 2025.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kalimantan Tengah, Akhmad Husain, mengatakan realisasi anggaran pemerintah kabupaten dan kota secara keseluruhan masih berada di bawah target.
Hingga 31 Oktober 2025, realisasi keuangan pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah mencapai Rp14,9 triliun lebih atau 57,04 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp26,2 triliun lebih.
Sementara itu, realisasi fisik tercatat mencapai 62,24 persen. Capaian tersebut masih berada di bawah target realisasi keuangan sebesar 85 persen pada periode yang sama.
“Realisasi keuangan masih rendah,” ujar Husain dalam pemaparan data TEPRA.
Kabupaten Barito Utara menjadi daerah dengan persentase realisasi keuangan terendah. Dari total pagu anggaran sebesar Rp3,08 triliun lebih, anggaran yang telah direalisasikan mencapai sekitar Rp1,4 triliun atau 47 persen.
Meski secara nominal realisasinya cukup besar, persentase penyerapan anggaran Barito Utara masih berada di posisi paling rendah dibandingkan daerah lain di Kalimantan Tengah. Realisasi fisiknya tercatat sebesar 60,41 persen.
Kabupaten Kapuas berada di urutan kedua. Hingga akhir Oktober 2025, realisasi keuangan daerah tersebut mencapai Rp2,1 triliun lebih atau 49,39 persen dari total pagu anggaran sekitar Rp4,2 triliun lebih.
Realisasi fisik Kabupaten Kapuas tercatat sebesar 55,45 persen.
Sementara Kabupaten Seruyan berada di posisi ketiga dengan realisasi keuangan sekitar Rp713,7 miliar lebih atau 50,38 persen dari total pagu anggaran Rp1,4 triliun lebih.
Realisasi fisik Seruyan mencapai 53,54 persen.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tiga daerah yang mencatatkan realisasi keuangan tertinggi.
Kabupaten Katingan menempati posisi pertama dengan realisasi keuangan Rp1 triliun lebih atau 70,20 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp1,4 triliun lebih.
Realisasi fisik Kabupaten Katingan mencapai 72,77 persen.
Kota Palangka Raya berada di urutan kedua dengan realisasi keuangan sebesar Rp1,02 triliun lebih atau 67,63 persen dari total pagu anggaran sekitar Rp1,5 triliun lebih. Realisasi fisiknya mencapai 76,13 persen.
Kabupaten Gunung Mas menempati posisi ketiga dengan realisasi keuangan sekitar Rp926,2 miliar lebih atau 66,86 persen dari total pagu anggaran Rp1,3 triliun lebih.
Sementara realisasi fisik Gunung Mas mencapai 69,11 persen.
Rendahnya realisasi anggaran di sejumlah daerah menjadi salah satu perhatian dalam Rakor TEPRA. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan pelaksanaan program dan kegiatan yang menyebabkan penyerapan anggaran belum berjalan sesuai target.
Dengan waktu pelaksanaan anggaran 2025 yang semakin terbatas, pemerintah daerah didorong mempercepat realisasi program. Namun percepatan tersebut tetap harus memperhatikan kualitas pelaksanaan serta manfaat program bagi masyarakat.
Penulis: Redha
Editor: Maulana Kawit