INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA -Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan program sosial di daerah. Penegasan ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, saat membuka Verifikasi Faktual Calon Pimpinan Baznas Kalteng Periode 2025–2030, Senin, 24 November 2025.
Dalam sambutannya, Darliansjah menjelaskan bahwa zakat memiliki fungsi strategis sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, zakat bukan hanya bantuan sesaat, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat tidak boleh dipandang sebatas kegiatan administratif. Zakat harus dikelola sebagai ekosistem sosial yang berkelanjutan, terutama di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.
“Zakat itu bukan hanya menyalurkan bantuan. Lebih dari itu, zakat berfungsi memperkuat ketahanan sosial, memandirikan masyarakat, dan menjangkau kelompok yang belum tersentuh program pemerintah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya kepemimpinan Baznas yang mampu menjaga kesinambungan program. Ia menilai pimpinan Baznas harus memiliki visi yang kuat agar program penyaluran zakat tidak hanya bersifat tahunan, tetapi memberikan dampak jangka panjang.
Darliansjah juga menekankan bahwa publik kini semakin kritis dalam menilai efektivitas penyaluran bantuan. Masyarakat ingin melihat bahwa zakat yang disalurkan benar-benar mampu meningkatkan kondisi ekonomi mustahik.
Menurutnya, kredibilitas Baznas ditentukan oleh kemampuan lembaga tersebut menjaga transparansi, akuntabilitas, dan konsistensi dalam setiap kegiatan penyaluran zakat.
“Keberlanjutan itu penting. Masyarakat ingin melihat bahwa zakat benar-benar mengangkat mustahik, bukan hanya membantu untuk sementara waktu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tata kelola zakat yang baik akan meningkatkan tingkat kepercayaan muzakki, baik dari kalangan ASN, perusahaan, maupun masyarakat umum. Kepercayaan publik, menurutnya, menjadi modal utama agar Baznas dapat menghimpun zakat secara optimal.
Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjut Darliansjah, mendorong kerja sama yang lebih kuat antara Baznas dan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, serta organisasi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program Baznas dan meningkatkan dampak bagi penerima manfaat.
Ia juga menegaskan bahwa program-program zakat harus dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan hasil yang berkelanjutan.
Dalam proses seleksi pimpinan Baznas, terdapat 10 peserta yang mengikuti tahap verifikasi faktual. Mereka sebelumnya telah melalui seleksi berkas dan ujian tertulis yang diselenggarakan oleh panitia.
Dari 10 peserta tersebut, lima orang akan dipilih untuk menjadi Pimpinan Baznas Provinsi Kalteng Periode 2025–2030. Para pimpinan terpilih diharapkan dapat membawa pembaruan dalam tata kelola zakat di daerah.
Pemerintah Provinsi menaruh harapan besar agar pimpinan baru Baznas mampu memperkuat program pemberdayaan ekonomi dan memastikan setiap zakat yang dihimpun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, Darliansjah optimistis Baznas akan semakin relevan dan mampu menjadi lembaga yang dipercaya publik dalam membantu mengurangi kemiskinan di Kalimantan Tengah.
Penulis : Suhairi
Editor : Maulana Kawit