website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Sekolah Wawasan Kebangsaan Kalteng Disiapkan sebagai Benteng Pemuda dari Radikalisme

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menempatkan generasi muda sebagai salah satu kelompok penting dalam menjaga persatuan dan ketahanan ideologi bangsa. Melalui Sekolah Wawasan Kebangsaan, para pemuda diharapkan tidak hanya memahami nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga mampu menjadi penyebar semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Tengah, Muhammad Rusan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Rusan, derasnya perkembangan informasi dan perubahan sosial menuntut adanya penguatan pemahaman kebangsaan, khususnya bagi kalangan muda yang menjadi bagian penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.

“Sekolah kebangsaan ini kami selenggarakan untuk mempertegas kembali nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan menjadi kader yang mampu menyebarkan pesan kebangsaan di tengah masyarakat,” ujar Rusan, Senin, 1 Desember 2025.

Pasang Iklan

Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai paham yang dapat mengancam persatuan dan kehidupan berbangsa.

Potensi masuk dan berkembangnya paham radikal, menurut dia, tetap perlu diantisipasi, termasuk di Kalimantan Tengah. Pencegahan, kata Rusan, tidak cukup dilakukan ketika persoalan sudah muncul, melainkan perlu dibangun melalui penguatan pemahaman dan kesadaran sejak dini.

Karena itu, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis. Mereka diharapkan mampu menjadi agen kebangsaan yang membawa pesan persatuan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.

“Dengan membentuk agen-agen kebangsaan dari kalangan pemuda, kita berharap dapat mereduksi perkembangan paham-paham yang mengarah pada radikalisme,” katanya.

Sekolah Wawasan Kebangsaan tersebut berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang dan bidang.

Melalui materi yang diberikan, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kehidupan berbangsa, nilai persatuan, serta pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan bersama.

Pasang Iklan

Rusan menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia harus terus dirawat. Di tengah perbedaan suku, budaya, bahasa, dan pandangan, nilai kebangsaan menjadi salah satu fondasi untuk menjaga masyarakat tetap berada dalam bingkai persatuan.

“Seluruh peserta akan mendapatkan pembekalan yang komprehensif mengenai wawasan kebangsaan. Ini menjadi investasi penting untuk menjaga keharmonisan dan persatuan di daerah,” ujarnya.

Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, penguatan wawasan kebangsaan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan dan penyampaian materi di dalam kelas. Tantangan berikutnya adalah bagaimana nilai-nilai yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan disebarkan kembali di lingkungan masing-masing.

Para peserta diharapkan menjadi simpul-simpul kebangsaan yang mampu menjaga ruang sosial tetap terbuka, toleran, dan tidak mudah dipengaruhi oleh paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila.

Melalui pembentukan agen kebangsaan dari kalangan pemuda, Sekolah Wawasan Kebangsaan diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat persatuan, sekaligus membangun ketahanan masyarakat Kalimantan Tengah dalam menghadapi berbagai tantangan ideologi dan sosial di masa mendatang.

Editor  : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!