INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Kegiatan Penataran Pelatih dan Wasit Bola Basket Lisensi C serta Workshop Table Official yang digelar Perbasi Barito Utara mendapat apresiasi dari Ketua Perbasi sekaligus anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Rosi Wahyuni SH. Ia menilai program tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di dunia olahraga, khususnya cabang bola basket.
Kegiatan yang berlangsung pada 20–23 November 2025 itu menjadi perhatian karena mengikutsertakan guru PJOK dan anggota klub basket se-Barito Utara. Semua peserta mendapat fasilitas gratis sebagai bentuk komitmen Perbasi dalam mendukung perkembangan olahraga basket di daerah.
Dalam keterangannya, Rosi Wahyuni menyebut penataran tersebut merupakan upaya nyata organisasi yang ia pimpin untuk membangun kapasitas SDM basket. Menurutnya, pelatih dan wasit adalah pilar utama dalam membentuk kompetisi yang sehat dan berkualitas.
Rosi menekankan, sebelum berbicara soal prestasi atlet, kualitas tenaga pelatih dan aparat pertandingan harus menjadi prioritas. Lisensi resmi dan pemahaman aturan yang memadai akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pembinaan atlet.
Ia mengatakan bahwa peningkatan kompetensi ini juga menjadi langkah strategis untuk menyamakan standar pembinaan dengan daerah lain yang lebih maju dalam olahraga basket. Dengan demikian, Barito Utara tidak hanya menjadi peserta di turnamen, tetapi juga mampu mengirimkan atlet yang kompetitif.
Rosi menambahkan bahwa kegiatan ini membuka ruang lebih besar bagi tenaga pendidik serta komunitas basket untuk terlibat dalam peningkatan kualitas olahraga. Keterlibatan guru PJOK dinilai sangat penting karena mereka berperan langsung dalam memperkenalkan dan membina minat olahraga sejak sekolah.
Ia melihat antusiasme peserta yang tinggi sebagai sinyal positif bahwa basket terus berkembang di Barito Utara. Menurutnya, semangat peserta menjadi modal utama dalam membentuk ekosistem olahraga yang aktif dan produktif.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik kepelatihan, aturan pertandingan, pengelolaan meja pertandingan, hingga simulasi langsung. Pendekatan itu membuat proses pembelajaran lebih komprehensif dan aplikatif.
Rosi juga menyoroti bahwa ke depan, Perbasi Barito Utara ingin menciptakan lebih banyak pelatih dan wasit bersertifikat untuk memperkuat struktur kompetisi lokal. Ia menilai semakin banyak SDM berkompeten akan semakin mempercepat kemajuan olahraga basket.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting untuk membangun kultur olahraga yang profesional. Menurutnya, kualitas pertandingan yang terstandar akan memacu para atlet muda untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka.
Rosi menegaskan bahwa Perbasi Barito Utara berkomitmen menggelar kegiatan serupa secara rutin. Konsistensi pelatihan dinilai penting untuk menciptakan kesinambungan dalam pembinaan.
Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, klub, maupun pihak swasta untuk memperluas cakupan pembinaan. Menurutnya, dukungan multipihak sangat diperlukan agar olahraga basket semakin diminati.
Dengan demikian, kehadiran pelatih dan wasit bersertifikat diharapkan mampu menciptakan kompetisi yang lebih profesional dan tertib aturan. Hal ini diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi kemunculan atlet berprestasi dari Barito Utara.
Rosi menyampaikan harapan agar Perbasi Barito Utara dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin mengembangkan bakat di bidang basket. Ia optimistis daerah tersebut mampu bersaing di level provinsi hingga nasional jika pembinaan dilakukan terstruktur.
Ia menutup pernyataannya dengan dorongan agar seluruh pihak mendukung kemajuan olahraga basket di Barito Utara, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga dengan menciptakan ruang pertandingan yang sehat dan penuh sportivitas.
(SHP/Maulana Kawit)