INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menutup Tahun Anggaran 2025 dengan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan kinerja menggembirakan. Laju pertumbuhan ekonomi melampaui target, sementara kualitas pembangunan manusia ikut terdongkrak.
Capaian tersebut dipaparkan Wakil Bupati Kotim, Irawati, dalam rapat evaluasi eksternal akhir tahun yang digelar Selasa, 30 Desember 2025. Forum itu menjadi momentum menilai hasil kerja selama setahun sekaligus menyusun pijakan kebijakan 2026.
Mengacu pada data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 6,07 persen. Angka itu berada di atas target Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 yang dipatok 4,68 persen.
Irawati menyebut, pertumbuhan tersebut mencerminkan pergerakan ekonomi yang relatif stabil dan ditopang oleh kontribusi sejumlah sektor usaha. Aktivitas perdagangan, jasa, serta sektor produktif lainnya dinilai memberi andil terhadap penguatan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kotim juga mengalami kenaikan. Pada 2025, IPM mencapai 74,96 atau melampaui target 74,35 yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kenaikan IPM itu, kata dia, tidak lepas dari perbaikan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, serta membaiknya pendapatan dan daya beli masyarakat. Ketiga komponen tersebut menjadi pilar utama dalam penghitungan indeks pembangunan manusia.
Irawati menilai tahun 2025 memiliki arti penting karena menjadi awal periode kedua kepemimpinan bupati dan wakil bupati. Berbagai tantangan pembangunan, baik faktor ekonomi maupun sosial, dihadapi dengan pendekatan kolaboratif lintas perangkat daerah.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bekal strategis dalam merancang agenda pembangunan tahun 2026. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap kebijakan yang disusun berbasis pada evaluasi kinerja dan kebutuhan riil masyarakat.
Ia menekankan, evaluasi akhir tahun bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen pengendali agar program berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan evaluasi yang terukur, arah pembangunan dapat dijaga tetap konsisten.
“Capaian ini tentu melalui proses yang tidak mudah. Namun berkat kerja sama dan komitmen bersama, stabilitas daerah tetap terjaga dan pembangunan bisa terus bergerak,” ujar Irawati.
Pemkab Kotim berharap tren positif tersebut dapat berlanjut pada tahun berikutnya. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (Jimy)