website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Rapat Evaluasi TPID Bahas Inflasi Daerah Januari 2024

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA –  Rapat evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tentang inflasi daerah Januari 2024 digelar di Ruang Rapat Bajakah Utama Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa, 6 Februari 2024. Rapat tersebut dipimpin oleh Yuas Elko, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.

Yuas Elko menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Inflasi yang dilaksanakan bersama Menteri Dalam Negeri RI sehari sebelumnya. “Hasil diskusi dengan Mendagri menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah menempati peringkat kedelapan nasional dengan tingkat inflasi sebesar 3,40%,” ujar Yuas.

Menurut laporan BPS Kalimantan Tengah yang disampaikan Muhlis Ardiansyah, tingkat inflasi di provinsi ini dipantau dari empat kota: Palangka Raya, Sampit, Kapuas, dan Sukamara. Inflasi year-on-year (yoy) pada Januari 2024 tercatat sebesar 3,40%. Penyumbang utama inflasi meliputi daging ayam ras (0,54%), beras (0,53%), rokok kretek mesin (0,21%), ikan gabus (0,17%), dan ikan lele (0,14%).

Sebaliknya, komoditas seperti minyak goreng, bawang merah, ikan papuyu, telur ayam ras, dan pakaian muslim wanita menjadi penyumbang deflasi. Di Kota Palangka Raya, komoditas utama penyumbang inflasi adalah daging ayam ras, tomat, ikan gabus, lele, dan udang basah. Sementara itu, deflasi terjadi pada angkutan udara, cabai rawit, bensin, pedas ikan, dan jagung manis.

Pasang Iklan

Kota Sampit melaporkan inflasi 0,25% yang disumbangkan oleh daging ayam murni, tomat, bawang merah, rokok kretek tangan, dan angkutan udara. Sebaliknya, deflasi didorong oleh cabai rawit, ikan selar, bensin, kangkung, dan bahan bakar rumah tangga.

Ardian Pangestu dari Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Tengah mencatat bahwa inflasi bulanan di Kalimantan Tengah pada Januari 2024 sebesar 0,20%, lebih rendah dari Desember 2023 yang tercatat sebesar 0,30%. Penurunan inflasi bulanan ini terutama disebabkan oleh penurunan harga jasa transportasi udara dan bahan bakar non-subsidi.

Namun, sektor makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang utama inflasi bulanan akibat kenaikan harga daging ayam ras yang dipicu oleh kelangkaan pakan dan tidak adanya musim panen. Tren harga bawang merah, bawang putih, dan gula diperkirakan akan memberikan tekanan inflasi pada Februari 2024.
Perubahan cuaca ekstrem menjadi tantangan besar dalam pengendalian inflasi tahun ini. Fluktuasi musim hujan dan kemarau dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan menghambat pasokan pangan.

Yuas Elko optimistis bahwa inflasi di Kalimantan Tengah dapat terus dikendalikan melalui inisiatif stabilisasi harga dan penguatan rantai pasok. Penurunan harga beras yang telah dicapai sejak Juni 2023 diperkirakan akan terus berkontribusi pada pengendalian harga secara lebih efektif pada 2024.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan DJP Kalteng, Kepala Bulog Kalteng Budi Cahyanto, perwakilan BMKG, Biro Perekonomian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Tim TPID Provinsi Kalimantan Tengah.

Penulis: Redha

Pasang Iklan

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan