INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah memperkirakan puncak pergerakan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026 akan terjadi pada 24 Desember 2025. Lonjakan arus perjalanan diprediksi lebih tinggi karena bertepatan dengan mobilitas warga yang menuju kegiatan Haul Guru Sekumpul di Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy, mengatakan meningkatnya pergerakan masyarakat menjadi perhatian pemerintah dan aparat terkait, terutama pada jalur utama yang menghubungkan Kalimantan Tengah dengan wilayah Kalimantan Selatan.
“Selain mudik Nataru, ada pergerakan masyarakat menuju Haul Guru Sekumpul. Ini tentu menambah volume kendaraan yang melintas,” ujar Dedy di Palangka Raya, Jumat, 19 Desember 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kesiapsiagaan lintas sektor untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan meminimalkan risiko kecelakaan selama masa libur panjang.
Dishub Kalteng pun memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan sejumlah instansi teknis lainnya. Pengamanan dilakukan di berbagai simpul transportasi serta ruas jalan yang diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan.
“Pengamanan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bersinergi agar potensi gangguan lalu lintas dan keselamatan bisa diminimalisir,” katanya.
Untuk mendukung pengamanan Nataru, sekitar 1.600 personel disiapkan dan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis. Personel tersebut melibatkan unsur yang bertugas di posko pengamanan, terminal, pelabuhan, bandara, hingga titik pemantauan arus lalu lintas.
Dishub Kalteng juga membuka posko monitoring di kantor dinas dan meminta pemerintah kabupaten maupun kota mengaktifkan posko serupa di wilayah masing-masing.
“Dishub Kalteng membuka posko monitoring di kantor kami dan meminta Dishub kabupaten/kota mengaktifkan posko serupa di daerah masing-masing,” jelas Dedy.
Sebanyak 25 personel Dishub Kalteng dijadwalkan bertugas secara bergiliran selama periode pengamanan. Mereka akan disebar ke sejumlah simpul transportasi, termasuk kawasan Bundaran Besar Palangka Raya yang menjadi salah satu titik pemantauan.
Selain itu, sekitar 20 posko Dishub disiapkan di sejumlah wilayah. Jumlah tersebut belum termasuk posko pengamanan yang dioperasikan kepolisian dan instansi lain selama berlangsungnya operasi Nataru.
“Posko pengamanan kami siapkan di ruas jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Prinsipnya, Dishub siap mendukung penuh pengamanan di lapangan bersama aparat kepolisian,” tegasnya.
Sementara itu, arus balik masyarakat diperkirakan berlangsung pada 3 hingga 4 Januari 2026. Pemerintah berharap koordinasi lintas sektor dan kesiapan posko dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru.
Editor: Andrian