INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Desa Sungai Hijau, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, menghadirkan perubahan besar bagi masyarakat desa.
Di tengah kabut pagi dan hamparan perkebunan sawit, prajurit TNI bersama warga bahu-membahu membangun akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi hambatan utama aktivitas pertanian warga.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”, Kodim 1014/Pangkalanbun fokus pada pembangunan jalan sepanjang 6 kilometer dengan lebar 6 meter yang menghubungkan Desa Sungai Hijau menuju Desa Arga Mulya.
Jalan tersebut sebelumnya kerap rusak dan sulit dilalui saat musim hujan, sehingga menghambat distribusi hasil kebun dan pertanian masyarakat menuju pasar.
Komandan Satgas TMMD, Letkol Inf Makin, turun langsung memantau progres pembangunan di lapangan. Di tengah debu dan lumpur lokasi pengerjaan, dirinya memastikan seluruh sasaran fisik berjalan sesuai target.
Kehadiran Dansatgas di tengah masyarakat menjadi simbol kuat kedekatan TNI dengan rakyat dalam menyelesaikan persoalan desa secara nyata.
Pembukaan TMMD pada 22 April 2026 dipimpin langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa sinergi pemerintah daerah dan TNI menjadi kunci percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
“TMMD bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Meski menghadapi cuaca ekstrem dan medan berlumpur, proses pembangunan tetap berjalan. Prajurit Satgas TMMD bersama warga desa terus bekerja di bawah guyuran hujan demi menyelesaikan pengerasan jalan tepat waktu.
Kepala Staf Kodim 1014/Pangkalan Bun, Mayor Inf Sumarna, turut terjun langsung mengawasi pekerjaan dan memberi semangat kepada personel serta masyarakat yang terlibat dalam gotong royong tersebut.
Selain pembangunan jalan, TMMD Ke-128 juga menyasar program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Salah satu penerima bantuan adalah Maria Mboko, warga Desa Sungai Hijau yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah kayu lapuk dan bocor.
Kini rumah tersebut telah berdiri kokoh berkat kerja keras Satgas TMMD dan warga sekitar, memberikan rasa aman dan nyaman bagi Maria di masa tuanya.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD juga membawa sentuhan modernisasi pertanian melalui penggunaan drone untuk penyemprotan pupuk dan pemantauan lahan pangan seluas 58 hektar.
Kehadiran teknologi ini membuat para petani takjub karena pekerjaan yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.
Selain itu, Satgas juga membangun fasilitas MCK sehat, titik air bersih, hingga renovasi tempat wudhu mushola untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Rangkaian kegiatan TMMD akhirnya ditutup secara resmi oleh Danrem 102/Panju Panjung, Brigjen TNI Wimoko. Dalam amanatnya, Danrem menegaskan bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan jalan atau rumah layak huni, tetapi tentang membangun harapan dan masa depan masyarakat desa.
Kini, jalan baru yang membentang di Sungai Hijau menjadi simbol lahirnya semangat baru bagi petani dan warga desa menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Editor : Maulana Kawit