website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pimpin Apel Gabungan, Bupati Barito Utara Minta ASN Solid dan Profesional

Pimpin Apel Gabungan, Bupati Barito Utara Minta ASN Solid dan Profesional

INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan pentingnya kerja tim yang solid dalam menjalankan roda pemerintahan. Hal itu disampaikannya saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Arena Tiara Batara, Muara Teweh, Jumat (2/1/2026).

Dalam arahannya, Shalahuddin menekankan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh aparatur pemerintah daerah.

“Pemerintahan ini hanya akan berjalan baik jika kita bekerja sebagai satu tim yang solid. Tanpa dukungan Bapak dan Ibu sekalian, mustahil kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pejabat struktural, mulai dari eselon II hingga IV, untuk membangun tim kerja yang profesional, tertata, dan saling mendukung. Menurutnya, kekuatan organisasi terletak pada sinergi antarpegawai.

Pasang Iklan

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk melakukan pemetaan dan penataan ASN secara objektif.

Langkah tersebut mencakup redistribusi pegawai dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang kelebihan personel ke OPD yang masih kekurangan tenaga.

Ia menegaskan bahwa ASN dengan latar belakang teknis harus ditempatkan sesuai dengan kompetensinya. Salah satu langkah awal yang telah dilakukan adalah mengembalikan pegawai teknis ke OPD yang sesuai, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Di sisi lain, Shalahuddin juga menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang inklusif tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.

“Kita semua adalah nasionalis. Kita bekerja untuk kepentingan daerah dan masyarakat Barito Utara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengungkapkan tiga persoalan utama yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Pasang Iklan

Permasalahan pertama adalah rendahnya penyerapan anggaran. Ia menyebutkan, rata-rata realisasi anggaran OPD dan kecamatan masih berada di kisaran 71 persen, jauh dari target ideal yang seharusnya mencapai 95 hingga 98 persen pada akhir tahun.

Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh lemahnya disiplin, rendahnya etos kerja, serta kurangnya perencanaan yang matang.

Permasalahan kedua berkaitan dengan opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan daerah yang masih berada pada level Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Ia menilai, Kabupaten Barito Utara seharusnya mampu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) apabila seluruh perangkat daerah bekerja secara konsisten dan sesuai aturan.

Sementara itu, permasalahan ketiga adalah rendahnya Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) atau Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Shalahuddin, capaian tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan.

Pasang Iklan

Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi memicu pemeriksaan lebih lanjut apabila tidak segera diperbaiki.

“Saya minta seluruh ASN, khususnya yang menangani kegiatan fisik dan keuangan, bekerja sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan,” tegasnya.

Melalui apel gabungan tersebut, Bupati berharap seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara dapat meningkatkan kinerja, disiplin, serta integritas dalam menjalankan tugas.

Ia menegaskan, pemerintahan yang bersih dan profesional hanya dapat terwujud apabila seluruh aparatur memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penulis: Saleh
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran