INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Petugas dari tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sampit, Satpolairud Polres Kotim, Pos TNI AL Samuda, BPBD dan Ditpolairud Polda Kalteng hingga saat ini masih melakukan penyisiran di muara Sampit.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timue, Multazam K Anwar bahwa perugas gabungan berjumlah tujuh orang dengan satu alat pencarian.
“Ada tujuh personel tim gabungan yang diterjunkan ke titik,” kata Multazam saat dikonfirmasi, Selasa 2 September 2025.
Saat ini pencarian oleh tim SAR Gabungan masih terus dilakukan, usai seorang pria penumpang KM Dharma Rucitra VI tujuan Sampit ke Semarang, berinisial SO melopat ke laut dari kapal. Senin 1 September 2025.
Diduga korban mengalami depresi, diketahui korban merupakan warga asli Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, memiliki keluarga di Kota Surabaya.
Hal tersebut membuat keluarga korban menjadi bingung lantaran korban berangkat dengan tujuan Semarang tidak ke Surabaya.
“Informasi dari keluarga korban yang bersangkutan memiliki riwayat depresi karena di tinggal istrinya meninggal dunia. Pihak keluarga juga bingung pulangnya ke Semarang tidak ke Surabaya,” kata Hendrik Sugiharto manager Dharma Lautan Utama (DLU) Sampit.
Saat ini keluarga korban telah menerima informasi tersebut dan pihak terkit terus berkoordinasi dengan keluarganya.
Hingga saat ini tim gabungan dari Basarnas, TNI AL dan Polair Polres Kotim masih terus berupaya mencari keberadaan korban setelah melompat ke laut dari atas kapal.
Posisi korban lompat ke laut di 03°18.087’E/113°05.295’E dengan jarak kurang lebih 15 mil dari OB Sampit.