website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemprov Kalteng Dorong Siswa SMK Siap Hadapi Tantangan Teknologi dan AI

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng Farid Wajdi memberikan penjelasan mengenai tantangan dan peluang kecerdasan buatan bagi generasi muda. (IST)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat, terutama akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, Farid Wajdi, menyampaikan bahwa siswa SMK memiliki potensi besar untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Farid menjelaskan bahwa teknologi berbasis AI saat ini mulai digunakan di berbagai sektor industri, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci. Ia menilai generasi muda tidak lagi gagap teknologi, melainkan tumbuh bersama perkembangan digital yang kini mendominasi banyak aspek kehidupan.

“AI memang menjadi tantangan, tetapi anak-anak kita adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi. Mereka justru lebih memahami dunia digital dibandingkan generasi kami,” ujarnya, Selasa, 18 November 2025.

Menurutnya, siswa-siswi SMK saat ini terbiasa menggunakan berbagai perangkat elektronik, aplikasi digital, hingga platform berbasis internet yang menjadi bagian dari aktivitas harian. Kebiasaan tersebut dinilai sebagai modal besar untuk menghadapi pasar kerja yang semakin terdigitalisasi.

Pasang Iklan

Farid meyakini kemampuan adaptasi generasi muda akan semakin kuat seiring berkembangnya kurikulum vokasi, pelatihan kompetensi, dan akses teknologi di sekolah. Kemampuan dasar yang dimiliki siswa SMK diyakini mempermudah mereka memasuki sektor industri yang kini mulai mengandalkan sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan.

“Mereka sudah lebih dulu berinteraksi dengan teknologi dan dunia maya, termasuk perkembangan AI. Karena itu saya yakin, seiring waktu mereka akan semakin siap memasuki dunia kerja yang sarat dengan pemanfaatan kecerdasan buatan,” tambahnya.

Namun demikian, Farid tetap mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus dibarengi dengan kesadaran dan kehati-hatian. Ia menyebut keamanan digital dan etika penggunaan teknologi sebagai dua aspek penting yang tidak boleh diabaikan oleh generasi muda.

“Teknologi membawa banyak peluang, tetapi juga memerlukan tanggung jawab. Kita harap anak-anak memahami manfaat sekaligus potensi risiko di dalamnya,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara bijaksana. Menurutnya, penguasaan AI bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan memahami dampaknya terhadap pekerjaan, privasi data, dan interaksi sosial.

Farid menilai bahwa banyak peluang baru di dunia kerja yang muncul akibat perkembangan AI, mulai dari bidang informasi teknologi, industri kreatif, hingga otomasi manufaktur. Karena itu, ia mendorong siswa SMK memanfaatkan pelatihan dan pendidikan vokasi untuk memperkuat kompetensi di bidang tersebut.

Pasang Iklan

Ia menambahkan bahwa kesiapan mental dan semangat belajar juga menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan. Generasi muda diminta tidak hanya mengandalkan kemampuan digital yang sudah dimiliki, tetapi juga terus memperbarui pengetahuan agar relevan dengan kebutuhan industri.

“Perkembangan dunia kerja begitu cepat. Anak-anak harus terus belajar, mengikuti perubahan, dan memperkuat kemampuan agar dapat bersaing,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, melalui Disnakertrans, berkomitmen terus meningkatkan program pelatihan, sertifikasi, dan pembinaan bagi siswa dan lulusan SMK. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan generasi muda Kalteng siap menghadapi tantangan digital dan mampu memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh perkembangan AI.

Farid berharap kegiatan penyuluhan dan pelatihan seperti ini dapat membuka wawasan siswa mengenai masa depan dunia kerja, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa teknologi adalah bagian penting dari kompetensi modern.

“Kita ingin anak-anak kita siap menghadapi masa depan, bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai generasi yang mampu memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Penulis : Suhairi

Pasang Iklan

Editor : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan