website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemprov Kalteng Dorong Lulusan SMK Siap Masuk Dunia Kerja dan Berwirausaha

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kalteng, Herson B. Aden, saat menyampaikan sambutan. (IST)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat upaya menyiapkan generasi muda, khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), agar siap bersaing di dunia kerja dan mampu menciptakan peluang usaha di masa mendatang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kalteng, Herson B. Aden, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalteng yang konsisten menggelar kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) muda di berbagai daerah.

Menurut Herson, penyuluhan ketenagakerjaan menjadi langkah penting untuk memastikan lulusan SMK tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi benar-benar memahami tuntutan dunia kerja modern yang semakin kompetitif.

“Penyuluhan seperti ini sangat penting agar lulusan SMK tidak hanya selesai menempuh pendidikan, tetapi juga benar-benar siap menghadapi tuntutan dunia kerja modern,” ujarnya, Selasa, 18 November 2025.

Pasang Iklan

Ia menjelaskan bahwa Kalteng memiliki banyak sektor unggulan yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga terampil, mulai dari pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, perdagangan, perhotelan, restoran, pertambangan, hingga industri pengolahan.

Selain itu, sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi juga terus membuka lapangan kerja bagi lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar.

Herson menilai peluang tersebut sangat besar bagi lulusan SMK, namun harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi yang relevan. Ia menegaskan setiap sektor membutuhkan keahlian yang berbeda, sehingga siswa perlu dibekali keterampilan yang benar-benar sesuai.

“Ini peluang besar bagi adik-adik lulusan SMK. Setiap sektor memiliki kebutuhan tersendiri, sehingga kompetensi yang dimiliki siswa harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” katanya.

Selain keterampilan teknis, Herson menekankan pentingnya soft skill dan etika kerja dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan, dan sikap profesional sering menjadi penentu diterima atau tidaknya seseorang di dunia industri.

“Sering kali yang menjadi kendala bukan hanya keterampilan, tetapi kesiapannya dalam hal etika, kedisiplinan, dan budaya kerja,” jelasnya.

Pasang Iklan

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mendorong adanya kerja sama lebih erat antara dinas pendidikan, sekolah, dan dunia usaha agar kurikulum dan pelatihan di SMK sesuai dengan kebutuhan industri.

Sinkronisasi kurikulum, kata dia, penting untuk memastikan materi pembelajaran relevan dengan kondisi lapangan, sehingga lulusan dapat lebih mudah terserap dan mampu beradaptasi saat bekerja.

Herson juga menyampaikan bahwa lulusan SMK diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Pemerintah ingin lulusan SMK memiliki keberanian membangun usaha sendiri sesuai keterampilan yang dimiliki.

“Kita ingin lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi wirausahawan muda yang mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan terhadap pelatihan, penyuluhan, serta program peningkatan kapasitas untuk lulusan SMK melalui sinergi lintas sektor.

Dengan langkah tersebut, Pemprov Kalteng berharap kualitas tenaga kerja muda semakin meningkat, sehingga mampu bersaing di pasar kerja dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Pasang Iklan

Program peningkatan kompetensi ini juga diharapkan mampu melahirkan lebih banyak generasi muda yang produktif, kreatif, serta siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Penulis : Suhairi

Editor : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan