INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Haris Saputra Noordi, menegaskan perlunya pembenahan alur koordinasi dalam proses penyusunan sambutan pimpinan. Hal itu ia sampaikan saat membuka Sosialisasi Aksi Perubahan Penguatan Koordinasi Penyusunan Sambutan melalui aplikasi BERAKSI, Senin, 24 November 2025.
Pada kesempatan itu, Haris menilai bahwa alur kerja yang tidak terstruktur sering menjadi penyebab terjadinya miskomunikasi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada keterlambatan penyusunan naskah sambutan yang dibutuhkan pimpinan dalam berbagai agenda resmi.
Ia menjelaskan bahwa aplikasi BERAKSI, singkatan dari Berkoordinasi Atasi Miskomunikasi, dirancang sebagai platform digital untuk merapikan dan mempercepat arus komunikasi antarbidang. Dengan aplikasi ini, setiap proses penyusunan sambutan dapat dipantau dan dikoordinasikan lebih efisien.
Menurut Haris, beberapa kendala yang masih sering terjadi antara lain terlambatnya surat permohonan, kurangnya narahubung yang jelas, hingga bahan pendukung acara yang tidak lengkap. Ia menilai persoalan tersebut menjadi akar masalah munculnya ketidaksinkronan informasi dalam penyusunan sambutan.
Melalui BERAKSI, ia berharap setiap bagian dapat mengetahui peran dan alur pekerjaan secara lebih tertata. Aplikasi ini diharapkan mampu mencegah kesalahan komunikasi yang berulang dan mempercepat proses penyusunan dokumen.
Haris juga menyampaikan bahwa aplikasi tersebut masih dalam tahap prototipe. Namun, uji coba yang dilakukan saat ini menjadi langkah awal untuk melihat kelemahan sekaligus memastikan fitur yang dibangun sesuai kebutuhan lapangan.
Ia mengungkapkan bahwa ke depan aplikasi itu akan diintegrasikan dengan SAMFO, aplikasi internal Biro Adpim yang telah lebih dulu digunakan untuk pengelolaan informasi dan dokumentasi. Integrasi tersebut diharapkan memperkuat sistem kerja secara keseluruhan.
Dalam kegiatan sosialisasi, Haris mengundang seluruh peserta memberikan masukan. Ia menekankan bahwa pengembangan aplikasi tidak boleh berjalan sepihak, melainkan harus menyertakan pandangan dan pengalaman langsung dari para pengguna.
Menurutnya, masukan dari peserta sangat penting agar fitur yang dikembangkan tidak hanya sekadar tampilan, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan harian dalam penyusunan sambutan.
“Saya ambil sampel dulu, coba dulu. Makanya saya berharap dari bapak ibu yang hadir ini untuk memberikan masukan. Kritik dan saran bisa dimasukkan ke situ,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menyebut bahwa proses penyempurnaan aplikasi akan dilakukan bertahap, sejalan dengan evaluasi dan kebutuhan organisasi. Dengan demikian, aplikasi dapat berkembang lebih matang sebelum dipakai secara penuh.
Haris menilai bahwa keberadaan sistem yang memudahkan komunikasi dapat mengurangi potensi kesalahan dan memperbaiki mutu naskah yang disiapkan untuk pimpinan daerah. Hal ini juga mendukung tugas-tugas Biro Adpim agar semakin profesional.
Ia menambahkan bahwa pembenahan melalui inovasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan pola kerja. Karena itu, ia mendorong seluruh bagian untuk terbuka terhadap sistem baru yang lebih tertib dan efisien.
“Kita ingin komunikasi lebih ringan, lebih cepat, dan tidak ada lagi miskomunikasi,” tegasnya.
Dengan adanya BERAKSI, Biro Adpim berharap proses penyusunan sambutan dapat berlangsung lebih teratur, responsif, dan akurat. Haris menekankan bahwa tujuan utama dari inovasi ini adalah memastikan pimpinan daerah mendapatkan naskah sambutan yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan acara.
Ia menutup kegiatan dengan mengajak peserta terus mendukung proses pengembangan aplikasi agar hasil akhirnya benar-benar membawa manfaat bagi organisasi.
Penulis : Suhairi
Editor : Maulana Kawit