website murah
website murah
website murah
website murah

Pembangunan Jalan dan Drainase Permukiman di Palangka Raya Dikebut Sepanjang 2025

Pembangunan salah satu ruas jalan permukiman di Palangka Raya. (Ist)

 

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menuntaskan sejumlah pekerjaan infrastruktur dasar di kawasan permukiman sepanjang 2025. Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan), pemerintah kota menangani puluhan kilometer jalan lingkungan serta sistem drainase di berbagai titik permukiman warga.

Data Disperkimtan mencatat, penanganan jalan lingkungan mencapai 20.418 meter, sementara pembangunan dan peningkatan drainase lingkungan sepanjang 1.895 meter. Seluruh pekerjaan tersebut diklaim terealisasi penuh hingga akhir tahun.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pembangunan jalan dan drainase lingkungan menjadi bagian dari prioritas pemerintah kota untuk meningkatkan konektivitas antarkawasan permukiman sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan hidup warga.

“Jalan dan drainase lingkungan adalah kebutuhan dasar. Pembangunannya harus dilakukan secara berkelanjutan dan merata,” kata Fairid, beberapa hari lalu.

Sejumlah ruas jalan yang telah ditangani tersebar di berbagai wilayah, antara lain Jalan Badak XVIII, Paus III, Damai Sejahtera, Antang II, Mataram, Runting Suling, Bukit Palangka VII, Jatayu Raya, Candra Buana, Aries VI, hingga Jalan Hendrik Timang. Metode pekerjaan disesuaikan dengan kondisi fisik dan karakteristik masing-masing kawasan.

Selain jalan, Pemko Palangka Raya juga menaruh perhatian pada sistem drainase lingkungan. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan box culvert di Jalan AMD, Kelurahan Petuk Katimpun, serta peningkatan drainase di sejumlah kawasan rawan genangan.

Menurut Fairid, keberadaan drainase yang memadai tidak hanya berfungsi mengurangi risiko genangan, tetapi juga memperkuat daya dukung lingkungan permukiman. “Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan warga,” ujarnya.

Di luar infrastruktur dasar, pemerintah kota juga melanjutkan pembangunan sejumlah fasilitas keagamaan di lingkungan permukiman. Di antaranya Masjid Kubah Kecubung, Mushola Lingkar Dalam, Langgar Nor Jannah Bereng Bengkel, GBI Gemuruh Kristus Marina Permai, serta Gereja Galilea.

Pemerintah Kota Palangka Raya menargetkan pembangunan infrastruktur lingkungan terus berlanjut secara bertahap, dengan menyesuaikan kebutuhan riil masyarakat dan kemampuan anggaran daerah. Fairid menegaskan, pemerataan pembangunan akan tetap menjadi pijakan utama kebijakan ke depan.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan