
INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Tawuran antar pelajar di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, kembali terjadi, Jumat (9/9/2022) Malam. Salah satu sekolah di jalan Ahmad Wongso Kelurahan Sidoarjo Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, diserang oleh siswa sekolah lain.
Polsek Arut Selatan (Arsel) jajaran Polres Kotawaringin Barat (Kobar), langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan pasca terjadinya pengerusakan secara brutal yang dilakukan belasan remaja, terhadap SMP N 11 Arut Selatan, Kelurahan Sidorejo, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Jumat, (9/9/2022), malam,
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Bayu Wicaksono melalui Kapolsek Arut Selatan Kompol Saipul Anwar, mengatakan, kejadian berawal dari permasalahan awal bahwa pada hari Jumat tanggal 9 September 2022 sekitar jam 15.00 WIB, bertempat di area Sport Center Jalan Samari 2 Kelurahan Madurejo Kecamatan Arsel, terjadi perkelahian.
Pasca kejadian tersebut pihaknya pertama memeriksa 11 remaja, kemudian dikembangkan ada tambahan 8 remaja yang juga diperiksa.
“Jadi, totalnya ada 19 remaja yang diperiksa, terdiri dari pelajar atau masih duduk di bangku sekolah dan juga non pelajar,” kata Kompol Saipul Anwar, Sabtu (10/9/2022).
“Usia remaja tersebut mulai dari 14 tahun sampai dengan usia 17 tahun dan ada satu saksi yang kami periksa usianya sudah 21 tahun,” sambungnya.
Namun jika nanti anak yang berusia 21 tahun terbukti juga terlibat melakukan pengerusakan, maka akan diberikan sesuai hukuman yang berlaku.
Sementara untuk anak-anak yang usianya di bawah umur, tentu juga akan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Yakni, mendapat pembinaan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), di Polsek Arsel.
“Jadi, awalnya ada perkelahian antara seorang siswa alumni SMPN 7 dengan seorang siswa SMPN 11, akibat dari perkataan siswa SMPN 11 ‘Siapa yang jagoan disini’ ayo kita tarung’,” jelasnya.
Adapun beberapa kaca jendela SMPN 11 Arsel yang dirusak, yaitu ruang kelas 7A, 7 B dan 7 C kaca jendelannya pecah. Pengerusakan dilakukan menggunakan kayu dan batu. “Kerugian materil diperkirakan sebesar Rp 5 juta rupiah,” pungkasnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian