INTIMNEWS.COM, PURUK CAHU – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Murung Raya mencapai 161,11 persen dari target. Capaian itu mendapat apresiasi dari anggota DPRD Murung Raya, Fahriadi, yang menilai pemerintah daerah berhasil mengoptimalkan sejumlah sumber pendapatan.
Politikus Partai NasDem itu mengatakan peningkatan PAD merupakan sinyal positif bagi kapasitas fiskal daerah. Pendapatan yang bersumber dari daerah sendiri dapat memberi ruang lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Namun, Fahriadi meminta capaian tersebut tidak berhenti sebagai angka dalam laporan keuangan. Pemerintah daerah perlu menjadikan lonjakan PAD sebagai pijakan untuk mencari sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
“Capaian ini tentu patut diapresiasi. Namun lonjakan PAD yang terjadi harus diikuti dengan inovasi dan strategi baru dalam pengelolaan pendapatan daerah agar peningkatan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang,” ujar Fahriadi, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut dia, Murung Raya masih memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan. Pemerintah perlu memetakan kembali sektor-sektor yang selama ini belum memberikan kontribusi optimal terhadap PAD.
Pemetaan tersebut, kata Fahriadi, penting agar kebijakan peningkatan pendapatan tidak hanya mengandalkan sumber yang sudah ada. Pemerintah perlu melihat peluang ekonomi lokal yang dapat dikembangkan tanpa membebani masyarakat.
“Atas lonjakan ini, Fraksi NasDem mendorong pemerintah daerah untuk terus melahirkan strategi baru guna menggali dan mengoptimalkan potensi PAD di masa mendatang,” katanya.
Fahriadi menyebut peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai salah satu cara memperkuat pendapatan daerah. Pelayanan yang mudah, cepat, dan transparan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat maupun pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban daerah.
Pengelolaan aset milik pemerintah juga perlu diperiksa secara berkala. Aset daerah yang belum produktif, menurut dia, dapat dioptimalkan sepanjang dilakukan berdasarkan aturan dan tidak mengabaikan kepentingan publik.
Potensi ekonomi lokal juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian. Pemerintah daerah dapat mendorong sektor-sektor produktif agar berkembang, kemudian membangun sistem pengelolaan penerimaan yang transparan dari aktivitas ekonomi tersebut.
Di sisi lain, Fahriadi mengingatkan pentingnya tata kelola penerimaan daerah. Setiap rupiah yang masuk ke kas daerah harus dapat dipertanggungjawabkan dan dikelola secara terbuka.
Ia mengatakan peningkatan PAD memiliki arti strategis bagi kemandirian fiskal Murung Raya. Semakin besar kemampuan daerah mengumpulkan pendapatan sendiri, semakin luas pula ruang pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Semakin kuat kemampuan fiskal daerah, maka semakin besar pula peluang pemerintah untuk melaksanakan program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Fahriadi berharap capaian 161,11 persen tersebut menjadi pemicu bagi seluruh perangkat daerah untuk memperbaiki kinerja pengelolaan pendapatan. Menurut dia, keberhasilan satu periode harus diikuti dengan strategi agar penerimaan tidak kembali melemah pada tahun berikutnya.
Ia juga meminta peningkatan pendapatan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas belanja daerah. PAD yang berhasil dihimpun, kata Fahriadi, pada akhirnya harus kembali kepada masyarakat melalui pembangunan, pelayanan publik, dan program yang memberikan manfaat nyata.**
Editor : Maulana Kawit