INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Warga gang Kopar, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) geram lantaran jalanya rusak setelah dilintasi alat berat excavator atau doser.
Excavator berukuran besar nekat dimasukann ke dalam gang sempit untuk melakukan pembongkaran gedung, di Gang Kopar tersebut, pada, Selasa (5/7), kemarin.
Akibatnya, aktifitas tersebut mendapat keluhan warga sekitar. Pasalnya, masuknya alat berat telah merusak jalan Gang Kopar dan menutup gang. Sehingga, tak banyak pengendara yang harus memutar balik saat akan melalui jalan tersebut.
Di samping itu, proses pengerjaan juga tanpa ada izin warga maupun Rt setempat. Sehingga, saat pengerjaan sempat ada bersitegang dengan warga, meminta agar jalan yang rusak nantinya diperbaiki.
“Kami bukan menolak pembongkaran, tetapi jalannya itu jadi rusak, kok bisa Excavator sebesar itu masuk ke gang. Sudah pasti jalan amblas,” kesal Muhammad Saidi.
Saidi menceritakan, bagaimana warga di gang tersebut berupaya menjaga betul kondisi jalan aspal agar tidak rusak.
“Pasalnya, untuk mendapatkan jalan aspal bukanlah hal yang mudah. Warga sudah menunggu bertahun – tahun, eh tiba-tiba datang Excavator tanpa ijin dan jalan beraspal langsung rusak,” kata Saidi.
“Kami ini ingat perjuangan kami meminta jalan ke Pemkab Kobar agar diaspal bukan setahun dua tahun, jadi karena sudah di aspal sehingga kita wajib menjaganya,” sambungnya.
Informasi adanya konflik tersebut didengar oleh Lurah Baru Yuningtiaswati Pertiwi. Ia pun turun langsung ke lokasi, untuk berkoordinasi dengan pihak Rt dan pekerja agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Kami koordinasi dengan Rt dan pekerja untuk bersama – sama cari solusi. Kemudian kami juga ingatkan agar kepada penanggung jawab tetap menjalin komunikasi yang baik, minimal dengan ketua Rt setempat,” tuturnya.
Ia menyebut, bahwa gang ini akses masyarakat, jadi ketika akan memulai suatu pekerjaan yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat, agar dikomunikasikan. Sehingga tidak ada gesekan dengan warga.
“Kami minta kepada penanggungjawab agar jalan yang rusak diperbaiki sebaik mungkin, serta drainase atau paritnya juga. Karena, setia hujan selalu terjadi genangan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, selaku penanggungjawab Ian mengatakan, bahwa pembongkaran gedung dikarenakan kondisinya amblas, dan dikhawatirkan bisa ambruk.
Diakui memang, pihaknya belum ada koordinasi dengan masyarakat sekitar atau Rt setempat untuk melakukan pengerjaan. Karena, pekerjaan akan baru dilakukan besok. Namun, ternyata alat berat sudah datang hari ini.
“Kami juga bingung, ternyata Excavator sudah datang dan tadi langsung dilakukan pembongkaran, rencananya besok. Jadi kami belum sempat koordinasi dengan warga,” ungkapnya.
Atas insiden tersebut, pihaknya memastikan akan bertanggung jawab sesuai apa yang diminta warga. Salah satunya akan melakukan perbaikan jalan, dengan mengejar jalan yang rusak.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian