INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak masyarakat memperkuat kepedulian dan solidaritas terhadap warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Perayaan Natal Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) Jemaat Rehobot di Palangka Raya, Selasa, 16 Desember 2025.
Dalam kesempatan itu, Linae menyampaikan bahwa perayaan Natal tidak semata menjadi kegiatan keagamaan tahunan. Natal, menurutnya, juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan, empati, dan kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Ia mengajak jemaat dan seluruh masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap kondisi warga yang terdampak bencana di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah.
Menurut Linae, kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari doa, dukungan moral, hingga tindakan nyata membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan, ketabahan, serta perlindungan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, pesan kasih yang terkandung dalam perayaan Natal seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling membantu dan memperkuat persaudaraan.
Di tengah berbagai persoalan dan bencana yang dihadapi masyarakat, Linae menilai semangat kebersamaan menjadi salah satu kekuatan penting untuk membantu warga bangkit dari situasi sulit.
Selain menyampaikan pesan kepedulian terhadap korban bencana, Linae juga mengapresiasi peran GSKI Jemaat Rehobot Palangka Raya dalam membina kehidupan spiritual umat.
Menurutnya, keberadaan lembaga keagamaan juga memiliki peran dalam menjaga keharmonisan, memperkuat toleransi, serta menanamkan nilai persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.
Ia menyebut nilai tersebut sejalan dengan falsafah Huma Betang yang selama ini menjadi salah satu landasan kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah.
Falsafah tersebut, kata dia, mengajarkan pentingnya hidup berdampingan, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui semangat Natal, Pemprov Kalteng berharap nilai kasih, perdamaian, dan solidaritas semakin tumbuh di tengah masyarakat, terutama ketika sebagian warga tengah menghadapi dampak bencana alam.
Linae juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah sesuai dengan peran masing-masing.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, ia turut menyampaikan ucapan Selamat Menyambut Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026.
“Semoga damai dan kasih Natal menyertai kita semua dalam berkarya dan melayani, serta memperkuat semangat kebersamaan untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang Berkah, Maju, dan Sejahtera,” pungkasnya.
Penulis: Maulana Kawit
Editor: Andrian