
INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Musim pancaroba yang terjadi di antara musim hujan dan musim kemarau menjelang Ramadan 2025 membawa perubahan signifikan dalam kondisi cuaca dan lingkungan laut.
Bagi para nelayan di perairan Teluk Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, fenomena ini menjadi berkah tersendiri dengan hasil tangkapan yang melimpah.
Perubahan cuaca yang tidak menentu sering kali berdampak pada sektor perikanan, baik dari sisi risiko maupun keuntungan. Namun, tahun ini, banyak nelayan yang justru mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan biasanya. Salah satu nelayan setempat, Jafar yang mengungkapkan rasa syukurnya karena pendapatannya meningkat signifikan selama musim pancaroba ini.
“Alhamdulillah, dalam satu kali melaut, ada nelayan yang bisa membawa pulang sembilan pikul ikan, bahkan ada yang mencapai lebih dari satu ton,” ujar Jafar, Jumat 28 Februari 2025.
Hasil tangkapan yang melimpah ini tentu menjadi kabar baik bagi para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada laut.
Jafar juga berharap keberuntungan ini terus berlanjut, terutama saat memasuki bulan Ramadan.
“Semoga setiap kali melaut, hasilnya semakin baik dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” harapnya.
Bagi banyak nelayan, musim pancaroba kali ini menjadi berkah yang tak terduga menjelang bulan suci.
Namun, di balik limpahan rezeki ini, Jafar mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu juga meningkatkan risiko keselamatan. Ombak besar dan angin kencang kerap menjadi tantangan bagi para nelayan, sehingga kewaspadaan dan persiapan yang matang sangat diperlukan sebelum melaut.
Musim pancaroba memang membawa dinamika tersendiri bagi nelayan. Meski memberikan hasil tangkapan yang melimpah, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Dengan persiapan yang baik, diharapkan nelayan tetap dapat mencari rezeki dengan aman dan selamat.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian